By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Belajar BTQ Harus Ada Gurunya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Belajar BTQ Harus Ada Gurunya

Last updated: 1 Juli 2019 17:18 17:18
Jatengdaily.com
Published: 1 Juli 2019 17:18
Share
Bupati HM Natsir saat memberikan arahan pada Musda Badko TPQ Kabupaten Demak tentang eksistensi TPQ demi terbentuknya generasi muda yang Quran. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Ilmu bermanfaat berbuah pahala yang tak akan pernah putus. Begitu pun mengaji atau belajar Alquran, yang tak hanya menjadi pahala bagi yang mengamalkan, namun sekaligus cahaya orang tua mereka kelak di akherat.

Bupati HM Natsir menyampaikan, begitu besarnya manfaat mengaji Alquran di masa sekarang hingga akhir jaman nanti, maka Alquran harus diajarkan pada anak sejak dini. Karenanya keberadaan TPQ sangat penting, sebagai lembaga pendidikan nonformal khusus mengajarkan baca tulis Alquran (BTQ) pada anak-anak.

“Alhamdulillah TPQ di Kabupaten Demak sudah berkembang baik, namun demikian harus terus dimajukan, secara kuantitas maupun kualitas,” ujarnya, didampingi Ketua Badko TPQ Kabupaten Demak 2019-2024 H Taufik Rifai, Senin (1/7/2019).

Menurut Bupati Natsir, BTQ tidak bisa dipelajari lewat media digital. Namun harus ada gurunya. Bertatap muka langsung atau ‘face to face’. Sehingga jika ada kesalahan bisa langsung diperbaiki.

Maka itu kesejahteraan guru atau ustadz/ustadzah tidak bisa tidak hendaknya turut diperhatikan para orang tua atau masyarakat. Meski tidak berharap imbalan, minimal ada sekadar dukungan operasional. Sesuai Perbup Demak, dukungan bagi operasional TPQ dialokasikan pada anggaran DD/ADD.

“Mengenai besaran dana operasinal TPQ, diserahkan pada kemampuan desa. Sebab ada kalanya di desa terdapat empat hingga lima TPQ,” imbuh Taufik Rifai.

Pada Musda Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Quran (Badko TPQ) Kabupaten Demak terungkap, sejauh ini terdapat 598 TPQ di Kota Wali. Dengan jumlah ustadz ustadzah 4.659 orang, sementara jumlah santri tercatat sebanyak 49.846 anak. Hal tersebut bukti bahwa kepengurusan Badko TPQ Kabupaten Demak 2014-2019 mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua III Badko TPQ Jateng Bidang Litbang Prof Dr Fathah Syukur menambahkan, hendaknya bantuan dari pusat untuk TPQ di daerah tidak dijadikan andalan setiap bulannya. Menurutnya TPQ harus bisa mandiri.

Sebab walau ada bantuan hanya sesekali. Sebagaimana aturan berlaku, bantuan keuangan bagi TPQ tidak bisa diberikan terus-menerus.

“Kami sangat apresiasi kebijakan Bupati Demak ‘Maghrib matikan tv, ayo mengaji’. Karena diyakini ketika aturan tersebut berhasil, maka generasi muda yang Islami dan berkualitas terbentuk,” kata Fathan Syukur. rie-yds

You Might Also Like

Pencuri Kambing Lintas Provinsi Diringkus
Peringati Hari Ibu, Shinta Nana Beberkan Resep Bangun Pilar Keluarga
Dinas Kesehatan Demak Luncurkan Inovasi LATANZA untuk Tekan Kesakitan dan Kematian
Ratusan Mahasiswa Teknik Kimia UNS Berkunjung ke Semen Gresik Pabrik Rembang
KPU Jateng: Setiap Wilayah Ditemukan NIK Warga Yang Dicatut Parpol
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?