SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) akan mengadakan Silaturahmi Penyair Negeri 2019 di Wisma Perdamaian, Semarang, 7 September, mendatang. Kegiatan yang akan diikuti ratusan penyair, kritikus, guru, dan peminat sastra itu diisi dengan peluncuran dua antologi puisi Pesisiran dan Perempuan Bahari, diskusi sastra, dan panggung penyair.
Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan, Pesisiran merupakan antologi serial Dari Negeri Poci yang puluhan tahun selalu diluncurkan di Tegal. Namun, untuk tahun ini Semarang menjadi pilihan karena pertimbangan perlunya ada variasi. Tahun depan dimungkinkan kota lain menjadi tuan rumah. Antologi puisi Pesisiran, kata Gunoto, memuat puisi-puisi 189 penyair dari seluruh Indonesia.
Mereka antara lain A Rahim Eltara, Abdul Wachid BS, Acep Zamzam Noor, Adri Darmadji Woko, Prijono Tjiptoherijanto, Aspar Paturusi, Bambang Supranoto, Bambang Widiatmoko, Ewith Bahar, Free Hearty, Handrawan Nadesul, Handry Tm, Hasan Aspahani, Heru Mugiarso, Iberamsyah Barbary, Isbedy Stiawan ZS, Jumari Hs, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie,
Mukti Sutarman Espe, Nia Samsihono, Oey Sien Tjwan, Rahmat Ali, Rini Intama, Roso Titi Sarkoro, Sutirman Eka Ardhana, Waluya Dimas, Warih Wisatsana, dan Yahya Andi Saputra.
Sedangkan antologi puisi Perempuan Bahari memuat 42 penyair yang semuanya perempuan. Mereka antara lain Ana Ratri, Endang Werdiningsih, Evi Manalu, Heni Hendrayani, Julia Daniel Kotan, Nia Samsihono, Ni Wayan Idayati, Novia Rika Perwitasari, Rita Orbaningrum, Rita Sri Hastuti, Sisca Amelia, Sri Sunarti, dan Sulis Bambang.
“Peluncuran dua buku itu akan dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo”, tandasnya.
Menurut Gunoto, seusai peluncuran akan diadakan diskusi dengan pembicara Prof. Dr. Suminto A. Sayuti dari Universitas Negeri Yogyakarta dan dr. Handrawan Nadesul, seorang penyair yang dokter, dari Jakarta. Sedangkan malamnya akan diadakan pembacaan puisi oleh para penyair, birokrat, politisi, cendekiawan, dan para peminat sastra.
Menyinggung tujuan kegiatan ini, Gunoto mengatakan, selain sebagai wadah silaturahmi juga untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas sastra, khususnya puisi di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.
Ia juga bisa menjadi wadah tukar informasi kalangan sastrawan, pengamat dan penikmat sastra. “Yang terpenting adalah memperkenalkan karya puisi para penyair seluruh Indonesia untuk kalangan masyarakat pencinta sastra di Jawa Tengah,” katanya. Ugl–st
0



