By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: FOTO: Sisa Jalur KA Betal di Dasar Waduk Gajah Mungkur
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Foto

FOTO: Sisa Jalur KA Betal di Dasar Waduk Gajah Mungkur

Last updated: 31 Oktober 2019 16:51 16:51
Jatengdaily.com
Published: 31 Oktober 2019 16:41
Share
Pondasi jembatan KA yang biasanya tenggelam air Waduk Gajahmungkur muncul lagi di musim kemarau ini. Pondasi jembatan dari batu yang dilekatkan dengan gamping atau kapur tersebut buatan zaman Belanda dan relatif masih utuh, meskipun sudah tak ada relnya. Foto: yds
SHARE

WONOGIRI (Jatengdaily.com) – Kemarau panjang tahun 2019 ini mengakibatkan volume air Waduk Gajah Mngkur di Wonogiri Jawa Tengah menyusut drastis. Dasar waduk pun terlihat di sejumlah titik dan bekas permukiman penduduk beserta benda-benda peninggalannya pun muncul lagi.

Salah satunya di daerah Betal, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Yang menarik adalah terlihatnya lagi bekas jalur kereta api (KA), mulai dari jembatan, jalur rel hingga bekas Stasiun Betal Nguntoronadi.

Menurut salah seorang warga asli Desa Betal, Nguntoronadi, Sutiyem (80), dulu di daerah Betal memang sangat ramai dengan kegiatan masyarakat khususnya pedagang. Kereta api yang lewat dari Solo-Wonogiri-Baturetno, selalu berhenti di Stasiun Betal Nguntoronadi.

Di daerah Betal atau sekarang warga menyebut Betal Lawas ini, masih banyak ditemukan pondasi-pondasi bekas jembatan rel KA ini. Dulunya jalur ini dimanfaatkan KA baik untuk mengangkut penumpang maupun barang, khususnya batu gamping dari Baturetno ke sejumlah pabrik gula di daerah Solo. Foto: yds


Bekas stasiun Betal Nguntoronadi yang kini tersisa pondasi bekas emplasment, dan tertutup pohon berduri. Warga menyebut, KA Baturetno ke Solo selalu berhenti di stasiun ini, karena banyak warga yang akan mengangkut barang dagangannya khususnya makanan kecil produk Nguntoronadi yakni brem. Hingga kini sebagian warga setempat masih memproduksi brem tersebut. Foto: yds


Bekas jalan rel di atas jembatan yang masih terlihat kokoh. Sejarahnya, jalur KA Solo-Baturetno ini dibangun dan dioperasionalkan sejak 1 Oktober 1923. Belanda sangat berkepentingan dengan jalur ini, sejumlah pabrik gula di Solo Raya seperti Pabrik Gula Tasikmadu, Gondang Baru, Colomadu dan Mojo membutuhkan batu gamping dari Baturetno untuk bahan pembuatan gula. Foto: yds


Namun karena akan dibangun Waduk Gajah Mungkur, maka jalur KA Wonogiri-Baturetno ditutup, perjalanan kereta api terakhirnya sendiri berangkat dari Stasiun Baturetno pada 30 April 1978 pukul 12.20 WIB dan tiba di Stasiun Wonogiri pada pukul 13.22 WIB. Sampai sekarang jalur KA yang masih aktif yakni dari Stasiun Purwosari Solo menuju Wonogiri Kota. Foto: yds


You Might Also Like

FOTO: Deretan Masjid Kuno di Solo Raya
FOTO: Masih Terjaga, Kearifan Lokal Usir Hama Burung
FOTO: Bendung Colo, dari Irigasi, Pengendali Banjir hingga Objek Wisata
FOTO: Harga Tembakau Basah di Selo Turun
FOTO: Dayu Tak Kalah Menakjubkan dari Sangiran
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?