By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ganjar Ajari Siswa Tentang Bahaya Terorisme Lewat Cubitan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ganjar Ajari Siswa Tentang Bahaya Terorisme Lewat Cubitan

Last updated: 7 November 2019 17:37 17:37
Jatengdaily.com
Published: 7 November 2019 17:37
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki cara unik untuk memberikan pemahaman tentang terorisme kepada siswa SMA/SMK yang mengikuti Kemah Rohis di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Alih-alih memberikan teori yang sulit, Ganjar justru memberikan pemahaman tentang terorisme dengan cubitan.

Adalah Nina dan Kirana, dua peserta yang diminta Ganjar mempraktikkan hal itu. Kepada kedua siswi ini, Ganjar meminta keduanya untuk saling mencubit satu sama lainnya.

“Coba Nina cubit Kirana, terus dibalas dengan cubitan yang sama. Cubit beneran lho, jangan bohongan ya,” kata Ganjar, Rabu (6/11) sore.

Kedua siswi itu kemudian mempraktikkannya. Meski tertawa, namun keduanya meringis dan menjerit kecil karena cubitannya terasa sakit.

“Sakit tidak?,” tanya Ganjar dan dijawab kompak keduanya.

“Sakit sekali pak,” jawab Nina dan Kirana.

Jawaban itulah yang digunakan Ganjar untuk menerangkan kepada para siswa tersebut tentang terorisme. Menurut Ganjar, kalau sudah tahu dicubit sakit, maka jangan mencubit orang lain.

“Itu baru dicubit, sakit kan ya? Apalagi tindakan terorisme, dia ngebom, menusuk, melukai dan menyakiti banyak orang. Apakah itu ajaran agama kita?,” tanya Ganjar yang dijawab kompak oleh ratusan siswa dengan kata tidak.

Setiap agama lanjut Ganjar tidak pernah mengajarkan pengikutnya untuk saling menyakiti. Cinta kasih dan perdamaian adalah hal utama yang selalu diajarkan agama di dunia.

“Jadi kalau ada yang menyakiti sesama manusia atas nama agama, itu patut dipertanyakan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, dunia pendidikan merupakan tempat favorit para teroris untuk menyebarkan paham radikal. Melalui dunia pendidikan itu, mereka menanamkan sikap kebencian dan paham radikal kepada siswa.

“Maka saya minta teman-teman yang ada di sini untuk waspada. Penelitian dari universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta membuktikan, bahwa intoleransi beragama di kalangan generasi millenial khususnya pelajar cukup tinggi,” tutupnya.

Cara Ganjar mengajarkan tentang terorisme dengan bahasa sederhana itu begitu disenangi para siswa. Dani Candra misalnya, siswa SMAN 2 Semarang ini mengatakan, bahwa cara Ganjar memberikan pemahaman sangat millenial.

“Bahasanya sederhana, jadi mudah dipahami. Pak Ganjar sosok gubernur millenial yang paham bagaimana berkomunikasi dengan anak muda,” kata dia.st

You Might Also Like

Caleg Dihukum Satu Bulan Penjara Gara-Gara Kampanye Pakai Mobil Dinas
Bambang Haryo Sebut Kenaikan Cukai Rokok Bisa Menghancurkan UMKM dan Perekonomian di Masyarakat
Angela Nadira Sukses Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia 20 Tahun
Sekda Joko Buka Karya Bhakti TNI Pedesaan
Pemuda Semarang Menyala, Suara Kolaborasi Bergema dari Balai Kota
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?