BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Jemaah calon haji Embarkasi Surakarta, yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga Rabu (31/9/2019) pagi bertambah dua orang, hingga menjadi total sembilan orang.
Menurut Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dua calon haji yang terakhir meninggal dunia yakni Paiman (57), warga Jogobondo, Kabupaten Sukoharjo dan Muhammad Ismail Slamet (46), warga Tegalyoso Banyuraden, Sleman, DIY.
Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Embarkasi Surakarta Agus Widagdo mengatakan bahwa Paiman, yang tergabung dalam jamaah kelompok terbang (kloter 1), meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi di Mekkah pada Senin (29/7/2019) pukul 12.00 WAS.
Sedangkan Muhammad Ismail Slamet (kloter 26) asal Sleman meninggal dunia di pemondokan di Arab Saudi pada Selasa (30/7/2019) pukul 05.45 waktu setempat.
Siskohat Kementerian Agama juga melansir, hingga Selasa, 30 Juli 2019 pukul 19.00 waktu Arab Saudi, sebanyak 170.430 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah.
“Sebanyak 9.264 orang di antaranya merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Mereka adalah jemaah yang berusia 75 tahun ke atas,” jelas Kepala Seksi Data dan Informasi Daker Makkah Nurhanuddin.
Nurhan menuturkan, saat ini jemaah yang datang di Makkah berasal dari Jeddah. “Berdasarkan data, sampai sore ini terdapat 423 kloter yang telah tiba. Tersisa 106 kloter lagi yang belum tiba di Makkah,” tuturnya.
Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah Imran mengatakan hingga saat ini terdapat 195 jemaah yang harus dirawat inap di Kota Makkah. Masing-masing sebanyak 87 jemaah dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dan 108 jemaah dirawat di RSAS Makkah. Adapun jumlah jemaah yang meninggal di tanah suci bertambah menjadi 41 orang. yds

