
SUMOWONO (Jatengdaily.com) — Mahasiswa GIAT 13 Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan kegiatan pelatihan bertajuk “Kreasi Ramah Lingkungan: Totebag Ecoprint” yang dilaksanakan di rumah Ibu Kadus, salah satu kader aktif di Dukuh Delik, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu-ibu kader Posyandu Desa Candigaron yang bersemangat mencoba hal baru bersama para mahasiswa.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Rahmah Fitriani Fadlilah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Tata Busana, Universitas Negeri Semarang, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan. Dalam pelatihan tersebut, Rahmah memperkenalkan teknik ecoprint, yaitu metode pewarnaan kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tanaman yang menghasilkan motif unik dan ramah lingkungan.
Melalui panduan yang sederhana, para peserta diajak membuat totebag berbahan kanvas polos menjadi karya yang indah dan bernilai estetika tinggi. Proses pembuatan dilakukan dengan cara menata daun di atas kain, menutupnya dengan plastik dan diketok menggunakan palu, hingga warna dari daun dan bunga keluar.
Rahmah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, terutama ibu-ibu kader, dalam memanfaatkan potensi alam sekitar.
“Selain untuk mengasah keterampilan, kegiatan ini juga bisa menjadi inspirasi usaha rumahan berbasis ramah lingkungan,” ujarnya. Selain membuat totebag, mahasiswa juga memberikan penjelasan singkat mengenai cara perawatan hasil ecoprint agar warna tetap awet, serta ide-ide pengembangan produk seperti pembuatan pakaian, aksesoris, tas, sepatu, dan pouch dengan motif serupa.
Sementara itu, Ibu Kadus Delik, selaku tuan rumah, mengungkapkan rasa senangnya atas kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi para kader.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa GIAT 13 UNNES berharap ibu-ibu kader dapat terus mengembangkan keterampilan ecoprint sebagai langkah kreatif untuk mendukung gerakan ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan di Desa Delik.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sambil memamerkan totebag hasil karya masing-masing peserta. Totebag dengan berbagai motif daun dan bunga alami itu menjadi bukti nyata kreativitas ibu-ibu kader Delik dalam mendukung gerakan ramah lingkungan. St


