Kemarau, 2.000 Warga Kesulitan Air Bersih

BPBD Kabupaten Semarang saat memberikan bantuan air bersih kepada warga Dusun Pungkruk, Jatirunggo Pringapus, yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau belum lama ini. Foto : dok. BPBD Kabupaten Semarang.

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Sedikitnya 2.000 warga yang tersebar di enam dusun wilayah tiga desa di Kabupaten Semarang saat ini mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Sehingga warga harus meminta bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

Adapun enam dusun terdampak musim kemarau meliputi Dusun Pungkruk Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus, Dusun Ngropoh, Gogodalem Barat dan Gogodalem Timur Desa Gogodalem Kecamatan Bringin. Kemudian Dusun Banyutarung dan Dusun Banjarsari di Desa/Kecamatan Bancak.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan terkait kesulitan air bersih akibat musim kemarau yang dialami warga di beberapa dusun di Kabupaten Semarang. Warga sudah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD melalui pemerintah desa (Pemdes) setempat.

‘’Laporan yang kita terima, lebih dari 2.000 jiwa di enam dusun mengalami kesulitan air akibat musim kemarau. Warga enam dusun yang tersebar di tiga desa tersebut sudah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD,’’ katanya, Jumat (12/7/2019).

Menurut Heru, BPBD sudah melakukan droping air bersih ke enam dusun yang mengajukan bantuan akibat kesulitan air bersih. Bantuan air bersih untuk enam dusun sebanyak 14 tangki dengan kapasitas 5.000 per tangki. ‘’Droping air bersih sudah kita lakukan beberapa hari lalu. Totalnya 14 tangki,’’ ungkapnya.

Sebanyak 14 tangki bantuan air bersih rinciannya 2 tangki diberikan untuk membantu 125 KK (kepala keluarga) di Dusun Pungkruk, 4 tangki untuk 275 KK terdiri 700 jiwa di Dusun Ngropoh, 2 tangki untuk 250 KK (475 jiwa) di Dusun Gogodalem Timur, dan 2 tangki untuk 120 KK (350 jiwa) di Dusun Gogodalem Barat. Kemudian bantuan air bersih sebanyak 2 tangki untuk 75 KK (240 jiwa) di Dusun Banyutarung, dan 2 tangki diberikan untuk membantu 104 KK yang terdiri 368 jiwa di Dusun Banjarsari.

‘’Warga yang betul-betul kesulitan air bersih silahkan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Semarang. Pengajuan bantuan akan kita tindaklanjuti,’’ ujar Heru.

Heru mengatakan, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten Semarang akan berlangsung sampai September 2019. Oleh karena itu, warga yang masih bisa mengakses sumber air bersih tetapi debit airnya berkurang akibat kemarau harus menghemat penggunaan air.

‘’Jangan banyak membuang air jika memang tidak diperlukan. Manfaatkan air yang ada seperlunya saja’’ imbaunya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here