By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: KKP Diminta Perhatikan Nasib Nelayan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

KKP Diminta Perhatikan Nasib Nelayan

Last updated: 3 November 2019 15:51 15:51
Jatengdaily.com
Published: 3 November 2019 15:51
Share
Syaeful Hakim
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Nelayan kecil pemilik kapal yang besarnya 10 gross ton dan kapal besar di atas 30 gross ton, memang masih banyak kendala, antara lain,  menyangkut masalah Surat Perizinan cukup lama dikeluarkan oleh KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan).

“Tetapi, kadang juga ada juragan pemilik kapal nakal. Mereka memiliki kapal lima dan  lebih, kadang surat izinnya hanya dua, atau yang diurus lain. Hal ini yang bikin bingung para petugas di laut,” demikian diungkapkan ketua Himpunan Nelayan Kota Semarang Syaeful Hakim, Minggu (3/11).

Syaeful mengucap syukur Alhamdulillah, di antara dari persoalan nelayan, kini Pemerintah sudah mulai memperhatikan  persoalan-persoalan yang dihadapi para nelayan.

“Alhamdulillah, sekarang para Nelayan cukup diperhatikan oleh Pemerintah, (KPP),  HNSI mengharapkan kepada pemerintah daerah, supaya memperhatikan nelayan, baik itu untuk pengurusan Izin perahu maupun mengatasi musim paceklik yang dihadapi para nelayan,” kata Syaeful.

Syaeful berharap untuk kesejahteraan nelayan, HNSI berharap dengan pemerintahan yang baru dan menteri yang baru supaya bisa memperhatikan nasib para nelayan, maupun sektor perikanan.

Dikatakan, masalah nelayan cukup banyak yang belum terselesaikan, tidak hanya masalah penggunaan alat cantrang, tapi perizinannya harus di permudah, karena satu kapal perizinannya cukup banyak.

“Kalau setiap perahu punya perizinan, kapal lengkap, nelayan tenang mencari nafkah di tengah laut,” ucapnya.Ugl–st

You Might Also Like

Borobudur Marathon 2020 Berkonsep Hybrid, Dibagi Dua Kategori, Elite dan Virtual
Bank Mandiri Catatkan Total Aset di Kuartal III 2023 Tembus Rp 2.007 Triliun, Rekor Baru di Indonesia
Maroko Pulangkan Portugal, Membuat Cristiano Ronaldo Menangis
Pusat Pelatihan Paralimpiade di Karanganyar Mulai Dibangun
Capaian Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 diTahun 2025 Mengalami Peningkatan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?