Lulusan dan Ijazah STIKOM Semarang Sah Serta Legal

Para wisudawan STIKOM melaksanakan upacara wisuda ke-38 di hotel Aston Jl MT Haryono Semarang, Kamis. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah mengapresiasi keseriusan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ( STIKOM) Semarang dalam menenuhi semua ketentuan regulasi sehingga eksistensi mahasiswa , kelulusan dan ijazahnya sah dan legal.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LL Dikti ) Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr DYP Sugiharto , M.Pd.Kons saat menyampaikan sambutan dalam upacara wisuda sarjana ke-38 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang mengatakan selama ini STIKOM Semarang selalu taat aturan dan memenuhi regulasi yang ada sehingga keberadaan mahasiswa, kelulusan dan ijazah sah.

” Kami mengapresiasi STIKOM Semarang yang selalu memenuhi berbagai regulasi, kami ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang hari ini diwisuda sebagai sarjana ilmu komunikasi setelah menyelesaikan studinya,” kata Sugiharto dalam sambutan tertulis upacara wisuda sarjana ke-38 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang
yang dibacakan Kepala Bagian Umum LL Dikti Wilayah VI Jateng, Hendradi Sulistiawan, SH di hotel Aston Semarang,Kamis (19/12).

Menurutnya, kegiatan akademik yang berlangsung di STIKOM Semarang selama ini merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan manusia unggul sebagaimana tekad yang dicanagkan presiden Joko Widodo .

Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemendikbud RI , Dr Ir Agus Indarjo , M.Phil saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara wisuda itu mengatakan saat ini sedang berlangsung revolusi informasi komunikasi dan teknologi , belakangan proses itu diboncengi oleh digitalisasi.

“STIKOM Semarang sebagai perguruan tinggi ilmu komunikasi yang sudah memiliki banyak pengalaman harus dapat memanfaatkan perubahan cepat ini dan mampu mengantarkan mahasiswanya menyongsong perubahan itu,” kata Agus

Karena itu para wisudawan yang akan kembali ke masyarakat perlu dibekali berbagai ketrampilan dan kompetensi . Dalam beberapa tahun terakhir ini ijazah bukan satu-satunya syarat untuk memasuki lapangan kerja.

Para pengguna tenaga kerja dan industri, lanjutnya,mulai mengutamakan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja , baru setelah itu ditanyakan apa ijazahnya dan dari perguruan tinggi asalnya.

Dia menambahkan, selain harus selalu membenahi dan menyempurnakan manajemen akademik, STIKOM Semarang harus rajin melakukan pendekatan dan membuka diri dengan industri serta pihak-pihak pengguna lulusannya.

Dan yang tak kalah penting, tuturnya, selain memproduk sarjana yang kompeten dan memiliki daya saing di pasaran kerja , diharapkan para sarjana juga dibekali kemampuan enterpreuneur dan jiwa kemandirian

“Untuk itu seluruh sivitas akademika harus bergerak setentak , selalu melakukan inovasi dan terus berkreasi,” tuturnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here