Mou dengan Tianjin University, Unwahas Kembangkan Obat Herbal dan Biogas

Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr H Mahmutarom dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Tianjin University of Chinese Traditional Medicine (TUCTM) Prof Dr Guo Liping, disaksikan Ketua Yayasan Unwahas Prof Dr H Noor Achmad MA, Pembina Drs H Ali Mufiz MPA dan Dr KH Ahmad Darodji MSi menandatangani naskah kerja sama di kampus Universitas Tianjin, Poyang Lake Road No 10, Distrik Barat, Kota Baru Tuanbo, Distrik Jinghai, Tianjin, Tiongkok, kemarin. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang semakin mantap untuk mengembangkan obat-obatan herbal dan biogas melalui dua fakultas yaitu kedokteran dan farmasi.

‘’Di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dan Kota Semarang, bahan dasar obat-obatan tradisional dan rempah-rempat tersedia cukup banyak. Selama ini belum dikembangkan secara maksimal untuk pengobatan herbal. Padahal di negara lain termasuk Tiongkok obat-obatan herbal dipandang sangat mujarab dan tidak mengandung efek kimia untuk pengobatan,’’ tegas Rektor Unwahas Prof Dr H Mahmutarom SH M.Hum.

Dia mengatakan hal itu di sela-sela melakukan penandatangan kerja sama dengan Tianjin University of Chinese Traditional Medicine (TUCTM) di kampus Poyang Lake Road no.10, Distrik Barat, Kota Baru Tuanbo, Distrik Jinghai, Tianjin, Tiongkok, kemarin.

Mahmutarom didampingi Wakil Rektor Unwahas Drs H Zain Yusuf MM, Ketua Yayasan Unwahas Prof Dr H Nor Achmad MA, Dekan Fakultas Teknik Dr Helmy Purwanto MT, pembina yayasan Drs H Ali Mufiz MPA dan Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Tianjin University of Chinese Traditional Medicine (TUCTM) Prof Dr Guo Liping didampingi Dekan Akademi Pengobatan Tradisional Wang Tao, Dekan Institut Pendidikan Internasional Chu Lirong, Wakil Dekan Li Hainan dan para dosen terkait kerja sama tersebut.

Guo Liping dalam pidatonya mengatakan, Uninersitas Tianjin mempunyai 14.000 mahasiswa. Sebanyak 2.000 orang diantaranya mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia, termasuk mahiswa Unwahas yang sedang mengambil S2 program studi Farmasi.

‘’Kami sudah bekerja sama dengan 141 lembaga pendidikan dan penelitian dari 40 Negara. Unwahas menjadi universitas pertama dari Indonesia yang bekerja sama di bidang pertukaran mahasiswa, dosen, joint penelitian dan pengembangan keilmuan serta budaya,’’ kata Guo Liping.

Dengan Bioma

Selain dengan Tianjin University yang memang mengambil spesialis obat-obatan tradisional China, Unwahas juga bekerja sama dengan pihak Bioma di Provinsi Chengdu, Tiongkok.

Ketua Yayasan Unwahas Prof Dr H Noor Achmad MA menjelaskan, Bioma adalah sebuah lembaga penelitian di bidang agricultural, lingkungan dan mikrobilogi.

‘’Pengolahan limbah secara biologis menggunakan bakteri untuk menghasilkan enregi alnernatif berupa biogas yang bisa digunakan untuk energi listrik. Dari peralatan yang dimiliki, Bioma merupakan lembaga yang sangat bonafid dan bisa dijadikan percontohan untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia khususnya di Jawa Tengah,’’ katanya.

Dalam pidatonya, Noor Achmad sebagai Ketua Yayasan Wahid Hasyim akan terus mendorong kerja sama dengan luar negeri. ‘’Sejak awal kita akan menjadikan Unwahas sebagai World Univesity yang bisa mentranformasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya yang dilandasi ajaran ahlussunnah wal jamaah,’’ tuturnya.

Setelah dengan Tianjin dan Chengdu, Unwahas berencana mengembangkan kerja sama dengan Korea Selatan untuk penelitian obat-obatan dan kecantikan.

Menurut Noor Achmad, Fakultas Farmasi dan Kedokteran Unwahas tertarik kerja sama dengan Tianjin University karena perguruan tinggi itu telah berhasil mengembangkan pengobatan tradisional dengan enam rumah sakit di dunia,

‘’Saat kami berkunjung ke salah satu rumah sakitnya, kami menyaksikan sebuah perpaduan antara teknologi super modern dengan obat-obatan tradisional yang sangat hebat,’’ katanya.

Menurut Prof Mahmutarom, Unwahas merupakan universitas swasta yang memiliki jaringan sekolah SMA/SMK/MA juga pondok pesantren se-Jawa Tengah.  ‘’Unwahas bermitra dengan pihak pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang dalam bidang pendidikan,’’ katanya. Unwahas dapat menjadi mitra kerja sama Tianjin Education Commission dalam pengembangan bidang pendidikan di Jateng seperti pelatihan vokasi beasiswa dari pemerintah Tiongkok untuk bidang kejuruan D3 atau S1 bagi pelajar/santri di  Jateng.

Kerja sama bidang farmasi dan kedokteran meliputi pengembangan SDM Unwahas berupa beasiswa S2 atau S3 bagi alumni unwahas (calon dosen) dan dosen untuk studi lanjut di Tianjin University, penelitian bersama, pengembangan obat-obat herbal yang bisa memiliki market value di Indonesia dan Tiongkok. ‘’Dosen Unwahas telah menemukan formula terbaru tanaman Moringa oleifera dalam bahasa Indonesia daun kelor (miracle tree) yang dapat diolah menjadi minuman kesehatan berguna bagi anti-kanker dan stamina ketahanan tubuh,’’ katanya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here