PPDB Sistem Zonasi Dekatkan Siswa dan Sekolah

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri tahun ajaran 2019/2020 dengan sistem zonasi bertujuan mendekatkan siswa dan sekolah. Pasalnya, siswa yang diterima adalah yang berdomisili satu kelurahan dengan sekolah yang dituju.

”Dinas Pendidikan Kota Semarang segera membuka seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 melalui sistem zonasi, dengan cara online, bisa diakses di https://ppd.semarangkota.co.id,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Selasa (7/5/2019), kepada wartawan.

Seleksi ini untuk memilih murid-murid di lingkungan sekolah negeri yang masih berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Semarang ini, dimulai dari TK, SD, dan SMP. Adapun untuk SMK dan SMA kewenangannya berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Adapun jumlah yang diterima lewat sistem zonasi adalah 90%, sedangkan sisanya 5% melalui jalur prestasi, dan 5% dari pindahan, dari keseluruhan pendaftar. Untuk prestasi yang digunakan adalah juara 1, 2, dan 3 tingkat internasional serta juara 1 tingkat nasional, maka otomatis anak langsung diterima di sekolah yang didaftar.

Sedangkan anak yang berdomisili di belakang, depan, kanan atau kiri sekolah, akan mendapat poin tambahan nilai 2 untuk SD dan 3 untuk SMP. Kedekatan zonasi yang mengacu satu kelurahan dengan anak, adalah untuk memberi kemudahan anak sekolah. Sebab, tahun sebelumnya, ada anak yang berdomisi dekat sekolah, namun tidak diterima.

Jadwal Pendaftaran
Tahap awal PPDB menjaring siswa untuk jenjang TK dan SD mulai 23-25 Mei 2019. Analisis dan penyusunan peringkat tanggal 26 Mei 2019 dan pengumuman 27 Mei 2019, pendaftaran ulang 27 – 29 Mei 2019 dan masuk sekolah 15 Juli 2019. Jenjang TK memiliki daya tampung 280 siswa dengan dilayani tujuh sekolah negeri. Adapun SD sebanyak 14.420 dengan dilayani 327 sekolah negeri.

Untuk SD, yang diterima adalah usia 6 tahun sampai 7 tahun sesuai ketentuan. Kalau calon siswa usianya, 5 tahun lebih enam bulan, harus ada rekomendasi dari psikolog, yang ditentukan, yakni dari Undip, Unnes, Unika Soegijapranata, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, dan lainnya.

Selanjutnya PPDB dibuka untuk jenjang SMP mulai 13-15 Juni. Analisis dan penyusunan peringkat tanggal 16 Juni 2019, pengumuman 17 Juni 2019 dan pendaftaran ulang 17 – 19 Juni 2019. Hari pertama masuk sekolah 15 Juli 2019.

Pendaftaran dengan online, namun kalau tidak bisa akan dilayani di sekolah tempat pendaftaran. Untuk pendafataran, calon siswa bisa memilih dua pilihan sekolah.

Pada jenjang SMP, daya tampung siswa mencapai 11.136 murid dengan dilayani 44 sekolah negeri. ”Penyelenggaraan PPDB untuk tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini PPDB mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 yang mengedepankan sistem zonasi,” jelasnya.

Sistem zonasi menurutnya, bertujuan untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga. Selebihnya juga menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bermutu. Lalu menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri.

”Kemudian membantu analisis perhitungan kebutuhan dan distribusi guru. Disamping itu mendorong kredibilitas pendidik dalam pembelajaran dengan kondisi siswa yang heterogen, serta memberikan bantuan atau afirmasi yang lebih tepat sasaran baik sarana maupun prasarana,” jelasnya didampingi Ketua Panitia PPDB Kota Semarang Sapto Budi. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here