Serunya Lomba Karapan Kerbau, Tarik Tambang & Tangkap Bebek di Festival Sawah

3 Min Read
Para peserta mengikuti lomba karapan kerbau di tengah-tengah sawah dalam Festival Sawah di Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen Semarang, Minggu (29/12/19). Foto: Ody

SEMARANG (Jatengdaiy.com)- Tidak hanya puluhan gunungan dan jajanan pasar yang menjadi daya tarik pengunjung untuk hadir dalam perhelatan Festival Sawah di Jalan Duwet Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen Kota Semarang, Minggu (29/12/19).

Melainkan, berbagai macam lomba di tengah-tengah sawah ditampilkan. Seperti, tangkap bebek, volly sawah, tarik tambang sawah, fashion show hingga karaban kerbau.

Dari pantauan di lokasi, tidak hanya orang dewasa yang menjadi peserta dalam kegiatan lomba tersebut tetapi anak-anak juga turut meramaikan. Meski basah dan kotor mereka sangat antusias mengikuti festival sawah yang baru pertama digelar di Kecamatan Mijen Semarang.

Mustofa salah satu peserta lomba mengaku senang dan bangga, karena di Kecamatan Mijen dapat menyelenggarakan festival sawah yang banyak kegiatan salah satunya lomba antar kelurahan yang diselenggarakan di sawah.

Para peserta bersemengat mengikuti lomba tarik tambang dalam festival sawah di Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen Kota Semarang, Minggu (29/12/2019). Foto: Ody

“Ternyata sangat seru lomba di tengah-tengah sawah, meski becek dan kotor lomba ini banyak peserta yang ikut,” kata Mustofa yang merupakan warga di Kelurahan Tambangan.

Anak-anak sangat antusias mengikuti lomba tangkap bebek dalam festival sawah di Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen Kota Semarang, Minggu (29/12/2019). Foto: Ody

Menurutnya, lomba di tengah-tengah sawah seperti menangkap bebek, volly, tarik tambah, karapan kerbau hingga fashion show ini baru pertama kali ada Kota Semarang.

“Mungkin ini baru pertama kali di Semarang lomba yang sarat budaya lokal di Mijen yang kebanyakan masyarakat bertani ini,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa sebagai ajang silaturahmi antar warga di Kecamatan Mijen. Sebab, ribuan warga turut meramaikan festival ini. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak-anak.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi warga untuk terus hidup guyub dan rukun di Kecamatan Mijen,” harapnya.

Sebelumnya, Camat Mijen Moh Agus Junaidi menyampaikan festival ini merupakan kegiatan yang bertemakan pedesaan. Dan ini untuk melestarikan kearifan lokal di Kecamatan Mijen ini.

Selain itu dengan adanya festival sawah tersebut, dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan perekonomian masyarakat Mijen. “Tentunya arahnya ke situ. Selain festival ini nantinya diharapkan bisaga bisa sebagai daya tarik wisatawan,” ucapnya. Ody-she

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.