Siti Dhuriyari Gantung Diri Sambil Gendong Anak Balitanya

Petugas mengecek kondisi korban yang meninggal dunia akibat gantung diri, Senin (2/9/2019). Foto : dok.Polres Semarang.

TUNTANG (Jatengdaily.com) – Tindakan nekat dilakukan oleh Siti Dhuriyari (36), seorang janda warga Dusun Krajan RT 01 RW 04 Desa Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Dia didapati tewas gantung diri sambil menggendong anaknya yang masih balita di dapur rumahnya, Senin (2/9/2019) sekira pukul 03.00 WIB.

Kasubag Humas Polres Semaranag, Iptu Budi Supartoko mengungkapkan, orang yang kali pertama mengetahui tindakan nekat Siti mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri adalah Regarningsing (42), tetanggnya. Saksi Regarningsing mendengar ada suara tangisan bayi dari dapur rumah korban.

‘’Saksi Regarningsing dan Dul Majid (ayah Siti Dhuriyari, red) menuju dapur. Mereka kaget ketika mendapati korban gantung diri, dan kondisinya sudah meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Menurut Budi, korban gantung diri menggunakan tali yang diikatkan pada kayu blandar dapur rumahnya. Korban menggunakan kursi plastik sebagai tumpuan saat melakukan gantung diri.

‘’Korban gantung diri sambil menggendong anaknya. Saksi Regarningsing dan Dul Majid bergegas mengambil anak korban dari gendongan,’’ jelasnya.

Kejadian gantung diri tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Tuntang. Anggota Polsek Tuntang dipimpin Kapolsek Tuntang AKP Susanto langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan seperti bekas tindakan kekerasan atau penganiayaan.

‘’Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan bidan Desa Kesongo tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka-luka pada tubuh korban. Kematian korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri. Diperkirakan korban frustasi karena beban hidupnya, sehingga nekat gantung diri untuk mengakhiri hidupnya,’’ jelas Budi Supartoko.

Budi menambahkan, pihak keluarga menyatakan menerima atas kematian korban. ‘’Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan diketahui Pak Kades, korban tidak perlu dilakukan autopsi,’’ imbuhnya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here