By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waduk Lalung Kian Kering, Petani Tanam Palawija
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waduk Lalung Kian Kering, Petani Tanam Palawija

Last updated: 27 Juli 2019 10:36 10:36
Jatengdaily.com
Published: 27 Juli 2019 10:36
Share
Waduk Lalung di Karanganyar yang semakin menyusut volume airnya. Foto: yds
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Volume air waduk Lalung di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, yang semakin menyusut membuat areal pertanian di sekitarnya mulai tak terairi. Ini karena memang waduk menutup aliran irigasi saat volumenya menipis.

Akibatnya para petani yang biasa mendapat pasokan irigasi dari Waduk Lalung mulai mencari alternatif. Ada di antara mereka yang mengganti tanaman palawija di Musim Tanam (MT) III ini, juga ada yang menanam padi namun menggunakan pengairan sumur yang berarti harus mengeluarkan biaya ekstra.

“Petani di sini memang baru saja panen beberapa minggu lalu. Namun setelah itu atau seminggu lalu, pasokan air irigasi mulai ditutup karena volume air waduk mulai sedikit di musim kemarau ini,” kata seorang petani di Desa Lalung.

Menurut Mbah Karto (70), warga setempat, bulan-bulan seperti sekarang memang sudah menjadi hal biasa ketika waduk mulai mengering. Dan petani biasanya juga paham, untuk menanam palawija. Bahkan di areal waduk yang kering juga bisa ditanami palawija.

“Kalau bulan-bulan seperti sekarang, Juni sampai Agustus memang Waduk Lalung mesti kering. Nanti bisa lebih kering lagi (kerontang). Ini sudah biasa dan malah bisa dimanfaatkan warga untuk menanam padi,” kata Mbah Karto (70).

Waduk Lalung menurut data teknis yang ada dibangun sekitar tahun 1940. Waduk ini mempunyai elevasi normal 164,75 meter dengan volume air normal sekitar 5 jutaan meter kubik. Namun pada musim kemarau ini, volumenya diperkirakan tinggal 700 ribu meter kubik. yds

You Might Also Like

Tekankan Transparansi, Mbak Ita Dorong Semua Dinas Gunakan Cashless untuk Pembelian BBM
Dukung Kelompok Seni Singo Wahyu Wibowo, PT Semen Gresik Konsisten Lestarikan Budaya Lokal
Pemkot Semarang Ingin Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik
Lanal Semarang Dukung Pemusnahan Ribuan Karung Bawang Bombay Ilegal
29.218 Kasus Sembuh COVID-19 di Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?