260 Mahasiswa UKSW Tak Mudik, Diminta Bantu Kampanyekan Hidup Bersih

Ganjar berdialog dengan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang tidak pulang kampung, Sabtu (25/4/2020).Foto:hms

SALATIGA (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para mahasiswa di Jawa Tengah untuk membantu mengampanyekan pola hidup bersih, sehat, dan efektif, kepada masyarakat
Dia juga meminta mahasiswa selalu mengenakan masker dan menerapkan physical distancing sebagai upaya untuk memutus persebaran covid-19.

“Mulai Senin kita terapkan lebih ketat lagi, kalau ada yang tidak pakai masker suruh pulang rumah. Tidak pegang-pegangan, tidak jabat tangan. Saya harap temen-temen bisa mengajarkan ini kepada yang lain,” kata Ganjar kepada 260 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang tidak pulang kampung, Sabtu (25/4/2020).

Dalam kunjungannya ke Salatiga itu, Ganjar juga memastikan mahasiswa asal luar daerah yang bertahan di Salatiga dalam kondisi sehat. Dia juga mengecek ketersediaan stok bahan pangan yang dimiliki mahasiswa.

Ganjar tampak lega ketika mengetahui para mahasiswa yang berdomisili di Asrama Kartini UKSW itu mendapatkan pasokan bahan pangan dari kampusnya. Meski demikian, Ganjar bersama pengurus Korpri Jateng tetap memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan, gula, teh, buah, dan masker.

“Ini memang kita gerakkan dari Korpri agar bisa gerak cepat. Karena kalau nunggu (bantuan) APBD lama dan kasihan temen-temen yang masih tinggal di sini dan kesulitan makan,” kata Ganjar.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengatakan seoptimal mungkin menahan mahasiswanya dari berbagai daerah untuk tidak pulang kampung.

Neil mengatakan terdapat ribuan mahasiswanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama dari bagian tengah dan timur. Seperti Kalimantan, Sulawesi, Nias, hingga Papua. Sebagian dari mereka hidup di kos secara mandiri, dan sebagian tinggal di asrama milik universitas maupun di hunian yang disiapkan pemerintah daerah masing-masing.

”Kami menahan sebisa mungkin mereka tidak pulang ke rumah. Tapi karena ada orangtua yang khawatir, beberapa mahasiswa tetap ada yang pulang. Tapi kalau yang di asrama sebagian besar masih tetap tinggal,” kata Neil saat menyambut Ganjar.

Rektor berambut panjang itu mengatakan, imbas covid-19 telah membuat mahasiswanya yang tinggal di asrama kesulitan mencari bahan makanan. Di Asrama Kartini, misalnya, yang terdapat 260 mahasiswa UKSW yang berasal dari Nias, Papua dan Kalimantan.

Untuk itu dirinya merasa bersyukur menerima bantuan sembako dari Pemprov Jateng untuk mahasiswanya, meskipun UKSW juga ada posko yang membantu mahasiswa yang kesulitan pangan.

“Kami men-support sesuai dengan kemampuan kami. Ini sifatnya sangat menguatkan, bagi kami ini peran pemimpin yang diperlukan di tengah situasi sulit bagi semua orang,” kata Neil. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here