Ilustrasi ibadah haji. Foto: dok kemenag

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Doni Alfisyahrin, proses pembuatan paspor terlanjur dikebut sebelum adanya pembatalan keberangkatan ibadah haji. 

“Sekarang sudah 90 persen paspor untuk ibadah haji selesai kita terbitkan 4.324. Ada ribuan lembar yang sudah dicetak. Kondisinya kan memang terlanjur kita selesaikan,” ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun ini telah berdampak terhadap layanan pembuatan paspor di Kota Semarang. Sehari bisa cetak 200 paspor buat jemaah haji.

Pihaknya mengaku dalam sehari mampu mencetak 200 paspor. Proses pembuatan paspor selama ini dikoordinasi oleh perwakilan BPIH kabupaten/kota dan Kemenag. 

Diakuinya bahwa hambatan yang muncul selama ini ialah sebagian besar calon jemaah dari kalangan lansia yang tak ingat lagi tanggal lahirnya. 

“Rata-rata memang banyak calon haji terutama dari lansia yang gak inget lagi sama tanggal lahirnya. Karena mereka sudah sepuh jadi mau gak mau harus dibantu mengingat oleh anggota keluarganya. Tapi secara keseluruhan kita tetap upayakan membantu pembuatan paspornya,” bebernya.

Secara umum, di bulan Mei pembuatan paspor mengalami penurunan drastis. Selain terbentur dengan kegiatan Pembatasan Kegiagan Masyarakat (PKM) dari Pemkot Semarang, penurunan juga terjadi karena masyarakat memilih beraktivitas di rumah masing-masing selama masa pandemik. 

“Bulan Mei kita cuma mencetak 178 paspor,” ujarnya.
Sementara ini pembuatan paspor dibatasi 50 persen dari kondisi semula. Saban hari pihaknya melayani 40 pemohon. “Begitu berkasnya dikirim ke kantor Imigrasi, paspornya jadi tiga hari kemudian. Pemohon paling banyak dari Kota Semarang ada 2.000 orang. Yang sedikit itu dari Salatiga hanya 200 pemohon,” terangnya. adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here