Alumni Sekolah Nasional Karangturi Beri Beasiswa Rp 580 juta

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Alumni Sekolah Nasional Karangturi, Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan beasiswa senilai Rp 580 juta bagi mahasiswa yang akan berkuliah di Universitas Nasional Karangturi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk dukungan alumni terhadap almamaternya yang belum lama ini mendirikan Universitas Nasional Karangturi di Semarang.

“Universitas Nasional Karangturi ini baru berdiri pada 2018. Baru satu tahun lebih. Kita adakan beasiswa bagi mahasiswa yang akan berkuliah di Universitas Karangturi,” kata perwakilan alumni Sekolah Nasional Karangturi, Hernilam Nusantara, Kamis (30/12020).

Hernilam mengatakan Universitas Nasional Karangturi berada di bawah Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi. Sebelum mendirikan perguruan tinggi, Yayasan ini sudah mengelola pendidikan formal dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.

Sejak berdiri pada 1929, kata Hernilam, Sekolah Nasional Karangturi telah melahirkan puluhan ribu alumni yang tersebar hingga ke mancanegara. Rencananya, para alumni Sekolah Nasional Karangturi ini akan menggelar reuni akbar lintas angkatan pada Jumat, 31 Januari 2020, dan Sabtu, 1 Februari 2020. “Pada momen reuni nanti, kita mau informasi ke semua alumni, kita punya universitas dan kita adakan beasiswa. Beasiswa ini terbuka untuk umum. untuk tahun ini, ada dana beasiswa Rp580 juta,” ujar perempuan yang menjadi Ketua Panitia Reuni Akbar Sekolah Nasional Karangturi tersebut.

Hernilam memperkirakan bakal ada lima ribu alumni Sekolah Nasional karangturi yang hadir dalam reuni akbar tersebut. Alumni tertua Sekolah Nasional Karangturi yang mengkonfirmasi siap hadir berasal dari angkatan 1938. “Diperkirakan alumni itu berumur 100 tahun. Namanya Lauw Ling Tjhoen, sekarang tinggal di Bandung,” beber Hernilam.

Hernilam mengatakan reuni ini dilakukan untuk menyatukan alumni Sekolah Nasional Karangturi setelah 90 tahun tercerai berai. Sekitar 500-an alumni yang hadir nanti, antara lain, datang jauh-jauh dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Belanda, Taiwan, Australia, Singapura, Korea Selatan dan, Malaysia. “Mengumpulkan menjadi satu itu yang menarik. Karena sampai saat ini belum pernah ada reuni akbar menyatukan semua alumni,” beber Hernilam. adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here