Cegah COVID-19, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi 3M ke Anak-anak

Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, melakukan kegiatan edukasi kepada anak-anak mengenai cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) di Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kab. Cirebon, Jawa Barat. Foto: dok

CIREBON (Jatengdaily.com) – Penyebaran virus corona terbilang masih cukup tinggi baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Sampai sekarang, obat penangkal virus ini belum ditemukan. Pemerintah semakin gencar mengimbau masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan yang sudah diberikan untuk mencegah penularan virus, yaitu 3M: mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Mencuci tangan merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh semua kalangan tak terkecuali anak-anak. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) sangatlah penting untuk dilakukan, sebab 98% sumber penyebaran penyakit itu berasal dari tangan kita, termasuk COVID-19. Tangan yang terlihat bersih belum tentu terbebas dari virus, kuman dan bakteri. Sehingga, dengan mencuci tangan pakai sabun diharapkan virus, kuman dan bakteri yang ada di permukaan kulit bisa hilang.

Laely Faizatun Fuadah, salah satu mahasiswi yang tergabung dalam kelompok 133 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah UIN Walisongo Semarang ke- 75, melakukan kegiatan edukasi kepada anak-anak mengenai cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang baik dan benar di RT 01/RW 03 Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kab. Cirebon, Jawa Barat. Tidak hanya sebatas sosialisasi dan edukasi, tetapi juga disertai dengan praktik cuci tangan secara langsung yang direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Adapun langkah-langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh WHO di antaranya diawali dengan membasahi tangan dengan air mengalir, tuangkan sabun secukupnya pada telapak tangan dan diratakan. Kemudian menggosok punggung tangan, area sela-sela jari, bagian jempol, serta ujung-ujung jari dan kuku. Terakhir, bilas dengan air yang mengalir dan keringkan dengan handuk bersih atau tisu.

Mengapa sasaran edukasi ini dikalangan anak-anak? Anak-anak sangat suka bermain dan kita tidak tahu benda apa saja yang mereka pegang saat di luar rumah, terlebih lagi mereka terkadang hanya sekedar ‘basah’ ketika disuruh mencuci tangannya. Sehingga, edukasi CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) ini bisa diberikan. Kebiasaan untuk mencuci tangan dengan benar setelah beraktivitas sangatlah penting untuk ditanamkan pada diri masing-masing dimulai sejak usia dini.

Semoga dengan adanya edukasi CTPS (Cuci tangan pakai sabun) dapat memberikan manfaat dan meningkatkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, serta membantu upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran COVID-19.
Penulis: Laely Faizatun Fuadah-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here