Halal Bihalal Virtual, Ganjar Ajak Anggota IPHI Berkontribusi di Masa Pandemi Covid-19

Suasana halal bihalal IPHI yang digelar secara virtual. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan  Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Halal Bi Halal (HBH) Virtual (online) dengan menggunakan aplikasi Zoom, Selasa malam (2/6/2020) mulai pukul 20.00 hingga pukul 20.00 WIB.

HBH virtual tersebut diikuti sebanyak 142 orang, di antaranya Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo sekaligus Ketua Dewan Pembina PW IPHI Jateng, Ketua Umum PP IPHI H Ismed Hasan Putro, Ketua PW IPHI Jateng H Harsono, Ketua Umum MUI Jateng KH Achmad Dardji, jajaran penasehat, pembina dan pengurus PW IPHI Jateng, pengurus Balak PQ IPHI Jateng, para pengurus PD IPHI se-Jateng, dan beberapa pengurus PC IPHI di Jateng.

HBH Virtual tersebut menghadirkan penceramah Prof Dr H Abdul Djamil MA, (Pembina PW IPHI Jateng/ mantan Dirjen PHU Kemenag RI) dan sebagai pembawa cara H Nur Achmad Fauzan, Wakil Ketua PW IPHI Jateng.

Ketua PW IPHI Jateng H Harsono mengatakan PW IPHI Jateng sengaja menggelar HBH virtual ini sebagai upaya menyambung silaturahmi pada hari raya Idul Fitri 141 H diantara pengurus IPHI di Jawa Tengah di tengah masa pandemi Covid-19. “Terima kasih kami sampaikan kepada semuanya, khususnya Bapak Ganjar, Bapak Ismet, Bapak Prof  Abdul Djamil, Kiai Achmad Darodji yang telah menyempatkan waktunya dalam acara halal bi halal virtual ini,” kata H Harsono.

Harsono menyatakan prihatin dengan kondisi yang ada sekarang, yakni adanya virus corona ini. Apalagi dengan adanya virus corona, tahun 2020 ini IPHI tidak bisa mengantarkan jamaah haji Indonesia ke tanah suci, karena pemerintah resmi membatalkan pemberangkatan haji tahu ini.

“Mari berdoa, semoga tahun depan sudah membaik. Dan bagi saudara-saudara kita yang seharusnya berangakat haji tahun ini, bisa tetap sabar dan tabah,” terangnya.

Ketua Umum PP IPHI H Ismed Hasan Putro menyatakan apa yang dilakukan PW IPHI Jateng, yaitu menggelar HBH virtual ini adalah sesuatu yang baik. Meskipun tidak bisa bertatap muka dengan langsung, namun masih bisa melakukan komunikasi dan tenyata juga masih bisa melihat satu sama lain yang ikut. “Kami mengapresiasi kegiatan ini. Model ini seperti ini adalah sangat baik untuk kondisi saat ini,” katanya.

Selanjutnya, Ismed kembali mengingatkan, organisasi IPHI yang kini usianya sudah 30 tahun agar terus bergerak untuk umat, utamanya bergerak dalam bidang pemberdayaan dan peningkatan ekonomi umat. Karena masih banyak orang-orang disekitar kita yang belum baik ekonominya.

Sementara, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo juga mengapresiasi apa yang dilakukan PW IPHI Jateng dengan menggelar HBH virtual ini. “Ini sangat baik. Ini juga sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penularan covid -19. Dan pastinya, ternyata teknologi seperti juga tidak hanya familir dengan kalangan milenial saja. Kita-kita ini, saya juga, yang sudah kolonial, rambut sudah  putih juga bisa memanfaatkan teknologi zoom. Entah siapa yang menciptakan Zoom ini, tapi zoom ini luar biasa,” katanya.

Selanjutnya, Ganjar mengajak kepada semua pengurus IPHI di Jawa Tengah untuk bisa berkontribusi melawan Covid-19 ini. Setidaknya anggota IPHI bisa mengedukasi dan mengajak anggota keluarganya, jamaahnya, orang-orang di sekitarnya, untuk terus mau menjalankan anjuran pemerintah yakni melaksanakan protokol kesehatan pada masa pandemic Covid-19 ini. Karena Covid-19 memang belum hilang dari bumi ini.  Melaksanakan protokol kesehatan adalah ihtiar lahiriyah kita sebagai umat Islam, sedangkan ihtiar batiniyah yakni dengan ibadah dan berdoa.

“Saya pesan, anggota IPHI itu kebanyakan sudah senior-senior. Usianya sudah sepuh-sepuh. Diantara mereka sudah banyak yang sakit-sakitan. Pada saat pandemi Covid-19 ini, mari kita amankan mereka, lindungi mereka. Jangan boleh dulu bertemu dengan orang asing, apalagi sampai bersalaman, bersentuhan. Karena data yang ada, pasien Covid-19 yang meninggal kebanyakan mereka yang sudah sepuh dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Mari, kita tetap bersabar,” katanya.

Prof Dr H Abdul Djamil dalam ceramahnya pelaksanaan halal bi halal IPHI tahun ini memang berbeda dengan biasanya. Karena Covid-19 kita tidak bisa bertemu, berkumpul dan bersalam-salaman. Sekarang hanya bisa melakukan halal bi halal melalui virtual. “Tapi harapan kami, Halal bi halal semacam ini tidak mengurangi esensi dari halal bi halal itu sendiri, yakni saling meminta maaf dan saling mendoakan diantara kita,” pintanya.

Prof Djamil mengajak kepada peserta HBH virtual tetap bersabar dengan kondisi seperti ini. Toh, pada dasarnya semua orang yang sudah berhaji juga pernah mendapatkan ujian yang tidak ringan.

“Dulu, saat kita haji, kita sudah dilatih untuk sabar. Betapa beratnya saat kita Arafah, Muzdalifah, Minna dan laina-lain. Waktu itu kita bisa sabar dan tidak mengeluh. Saat ini, kita sedang diuji dengan adanya corona, maka kita juga harus bisa sabar,” kata mantan Rektor IAIN Walisongo ini. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here