Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendampingi Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo saat di Semarang. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kemajuan dan perkembangan Kota Semarang sekarang ini dijadikan role model oleh Kementerian Dalam Negeri dalam percepatan pembangunan daerah di Indonesia.

Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo mengatakan, salah satu keberhasilan Kota Semarang sekarang ini yang dapat dilihat selain kemajuan pariwisata juga dapat meningkatkan APBD dari 1,8 Triliun menjadi 5,2 Triliun.

“Kalau dulu Semarang kaline banjir sekarang sudah tidak banjir. Kota Semarang menggeliatnya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan sampai evaluasi APBD Kota Semarang sangat bagus dan bisa menjadi referensi peserta yang lain,” kata Hadi saat datang di Semarang

Hadi menyebutkan, Kota Semarang saat ini dianggap sebagai kota yang mandiri dan berhasil mengoptimalkan pendapatan asli daerah bahkan PAD Kota Semarang lebih besar dari dana transfer pusat.

Untuk itu, Hadi menekankan Pemerintah memiliki PR besar untuk mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pendapatan negara yang didapat dari hasil pajak dan retribusi. Sebab, tujuannya bukan untuk memberatkan masyarakat melainkan membuktikan kepada wajib pajak. Bahwa mereka benar-benar mendapatkan timbal balik atas pajak yang dibayarkan, sehingga pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Seperti disampaikan Wali kota Semarang tadi, peningkatan PAD adalah seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah,” tegas Hadi.

Selain itu, Hadi juga menyoroti terkait kepemilikan aset. Hadi menghimbau jangan sampai ada aset yang dibiarkan tanpa menghasilkan. Barang Milik Daerah bisa dikerjasamakan dengan Bangun Guna Serah, atau Bangun Serah Guna atau bentuk lainnya.

“Pemerintah juga harus responsif dan reaktif dalam upaya meningkatkan pendapatan, kenali potensi yang ada di daerahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang saat berbicara dihadapan perwakilan 7 Pemerintah Provinsi serta 97 Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia menuturkan, transformasi Kota Semarang yang relatif cepat beberapa tahun kebelakang ini dilakukan dengan menjalankan konsep pembangunan bergerak bersama.

“Ini bukan konsep baru sebenarnya, dasarnya adalah konsep gotong royong Founding Father kita, yaitu Bung Karno. Dimana menanamkan bahwa kota ini adalah milik bersama, maka harus dibangun bersama – sama juga,” terang Hendi.

Hendi melanjutkan, konsep pembangunan bergerak bersama itu kemudian juga diperkuat dengan upaya reformasi birokrasi guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

“Kami ingin menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Caranya bagaimana? bekerja dengan maksimal dan melaksanakan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Hendi.

Hasilnya penerimaan pajak daerah Kota Semarang meningkat dari sebelumnya kurang dari 1 triliun di tahun 2016 menjadi 1,5 triliun di tahun 2019. Sehingga PAD Kota Semarang meningkat dari 1,5 triliun di tahun 2017 menjadi 2,1 triliun di tahun 2019. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here