By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Letusan Merapi 6.000 Meter, Aktivitas Warga Normal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Letusan Merapi 6.000 Meter, Aktivitas Warga Normal

Last updated: 3 Maret 2020 09:34 09:34
Jatengdaily.com
Published: 3 Maret 2020 09:29
Share
Merapi erupsi dengan ketinggian kolom mencapai 6.000 meter Selasa pagi pukul 05.22 WIB, dilihat dari pos pengamatan Babadan. Foto: twitter BPPTKG.
SHARE

BOYOLALI (jatengdaily.com) – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-Di Yogyakarta kembali erupsi, Selasa (3/3/2020) pagi pukul 05.22 WIB.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun twitternya menyebutkan, erupsi di Gunung Merapi Selasa pagi pukul 05.22 WIB.

“Erupsi tercatat di seismogrm dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan gugran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km. Araha angin saat erupsi ke utara.

Kendati kembali bergejolak, namun status Gunung Merapi masih teta Waspada, sejak 21 Mei 2018. Pihak BBPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari Puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Letusan Merapi tersebut juga mengakibatkan hujan abu di sejumlah daerah. Di antaranya di Kota Boyolali, Kecamatan Musuk dan Selo Boyolali. Namun abu relatif tipis dan sempat terguyur hujan gerimis, sehingga cepat hilang.

Warga di kawasan Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, juga tetap beraktivitas seperti biasa pascaerupsi Gunung Merapi. Di antaranya tetap ke ladang dan pasar sebagai pusat keramaian. yds

You Might Also Like

Kota Semarang Siapkan ‘Warak Semar’, Aplikasi untuk Jual-Beli Hasil Urban Farming
Dilantik Jadi Menteri ATR, Hadi Tjahjanto Fokus Selesaikan Tiga Persoalan Pertanahan Termasuk IKN
Mbah Kusmin, ‘Wong Pinter’ dari Pati
Kota Semarang Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Kategori Informatif
Jumlah Penumpang Arus Mudik Nataru di Masa Puncak Menurun
TAGGED:gunung merapi meletushujan abumerapi erupsi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?