By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: LPPM ITB Semarang Rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah di Brebes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

LPPM ITB Semarang Rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah di Brebes

Last updated: 11 Agustus 2020 14:29 14:29
Jatengdaily.com
Published: 11 Agustus 2020 14:29
Share
LPPM ITB Semarang bersama dengan Bapperlitbangda Brebes melakukan rekonfirmasi data anak tidak sekolah (ATS) di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa (11/08/2020). Foto: dok
SHARE

BREBES (Jatengdaily.com)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang bersama dengan Bapperlitbangda Brebes melakukan rekonfirmasi data anak tidak sekolah (ATS) di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa (11/08/2020). 

Ketua LPPM ITB Semarang Dr Jasman mengatakan, bahwa kehadiran ITB Semarang ini dalam rangka melihat langsung ke desa replikasi Pendidikan Untuk Semua di Kabupaten Brebes, termasuk melihat konsistensi data dari data ATS yang bersumber dari data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) dan bagaimana cara rekonfirmasi ATS yang dilakukan oleh Desa melalui Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa dan Tim Pendifikan Universal yang sudah dilakukan di tingkat desa.

“Pastikan semua ATS dikembalikan ke sekolah baik formal maupun non formal, bila di desa jarak akses dengan lembaga pendidikan jauh, maka pihak desa bisa melakukan upaya membuat pokjar atau kelompok belajar,” katanya.

Sementara Kabid Pemsosbud R Rela Rahayuningsih, S.Sos, M.Si menjelaskan, Desa Buara ini salah satu dari desa intervensi pendidikan untuk semua. Desa ini masuk kategori desa zona merah artinya masuk desa miskin yang ditetapkan oleh Pemprov Jawa Tengah, sehingga perlu ada beberapa upaya secara kolaboratif, salah satunya adalah memastikan setiap anak usia wajar dikdas bersekolah, termasuk jika desa sudah punya data SIPBM maka harus dimanfaatkan dengan baik. 

Sementara Kades Buara Dadang mengatakan, pihaknya siap untuk membuat pokjar dan mengalokasikan dana pendidikan terutama di PAUD, GKB, Bimbingan belajar bagi anak sekolah, PKBM, termasuk penanganan remaja produktif agar memiliki keahlian dan dukungan dana bagi siswa rentan yang berprestasi. she

You Might Also Like

Bupati Demak Minta Pj Sekda Siapkan Pengisian Sekda Definitif dalam 3 Bulan
Gubernur Minta Percepatan Relokasi dan Recovery Warga Korban Tanah Longsor Cibeunying Cilacap
Kemnaker Siapkan Call Center untuk Cegah Lowongan Kerja Palsu
Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar dan Awan Panas
Meriah, Polres Pemalang Lepas Polisi Purna Tugas dengan Becak Hias
TAGGED:ats di brbesITB Semaranglppm
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?