Memprihatinkan, Warga Jateng Belum Patuhi Jaga Jarak Cegah Penyebaran Virus Corona

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo mengaku prihatin dengan tingginya tingkat kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah yang mencapai 15 persen dibanding Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI jakarta.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, tingkat kematian yang cukup tinggi ini harus menjadi perhatian bersama masyarakat Jawa Tengah dengan mematuhi imbauan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ditanya apakah perlu memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti Jakarta, mantan Sekretaris GMNI cabang Semarang ini mengatakan yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

”Saya kira saat ini yang menjadi konsen utama kita adalah bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus Corona,”katanya, Jumat (10/4).

Rahnad melihat saat ini imbauan untuk menjaga jarak atau social distance belum dilakukan dan belum dijalankan secara maksimal oleh masyarakat Jateng. Sehingga opsi untuk pemberlakuan PSBB bisa menjadi di salah satu alternatif. Namun demikian, Rahmad menilai pemberlakuan PSBB di Jakarta belum banyak yang berubah. Seperti masih banyak atau diperbolehkannya kendaraan keluar masuk Jakarta.

”Kalau seperti ini ya percuma saja diberlakukannya PSBB, ”jelas mantan Ketua Umum Kopindo ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, yang penting adalah bagaimana menjadikan masyarakat semua disiplin mengikuti ketentuan dan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak dan tidak keluat rumah kalau tidak ada keperluan yang sangat penting.
Menjaga jarak dan tidak keluar rumah, lanjut Rahmad, adalah satu-satunya yang paling efektif dengan bersama-sama bergotong-royong berkesadaran tinggi untuk semua masyarakat melaksanakan perintah negara dengan cara untuk saling menjaga jarak dengan disiplin tinggi.

Namun kalau pun Jawa Tengah nantinya akan memberlakukan PSBB, maka harus dilakukan secara bersama-sama dengan daerah-daerah kabupaten lainnya dengan aturan yang lebih ketat.

”Bisa saja Jawa Tengah nantinya memberlakukan PSBB jika kasus Covid-19 grafiknya terus meningkat tajam. Alasan ini bisa diterima untuk memberlakukan PSBB, ”katanya.

Namun yang penting dalam pemberlakuan PSBB ini harus dibarengi dengan penegakan aturan harus tegas dan disiplin, khususnya arus lalu lintas kendaraan pribadi maupun umum.

”Tidak boleh ada kendaraan pribadi maupun umum di jalan raya. Yang diperbolehkan hanyalah untuk kendaraan yang mengangkut logistik maupun kendaraan pribadi yang secara langsung dalam rangka mendukung perang melawan virus corona misalnya para pekerja medis, industri farmasi, dan industri yang mendukung rumah sakit.

”Kalau aturan itu dijalankan, PSBB baru bisa berjalan efektif dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona,”jelas Rahmad. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here