Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi lampu hijau kepada sekolah-sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka mulai awal tahun 2021 mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut melalui siaran di YouTube resmi Kemendikbud.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Yoyok Sukawi meminta sekolah-sekolah untuk menjalankan instruksi pemerintah pusat yakni dengan menerapkan protokol kesehatan apabila sudah berani menggelar pembelajaran tatap muka.

“Kami di Komisi X berpesan kalau memang sekolah mau menggelar tatap muka, protokol kesehatan harus ketat dan disiplin. Tidak ada tawar menawar terkait hal itu. Sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan, kamar mandi yang bersih, dan mungkin stok masker supaya keselamatan murid-murid dan guru menjadi hal yang diutamakan,” kata Yoyok Sukawi, Sabtu (21/11/2020).

“Kalau pemerintah sudah memperbolehkan di awal 2021, maka dari sekarang sekolah yang sekiranya sudah berani harus mempersiapkan semuanya. Jadi di awal tahun sudah siap. Dinas Pendidikan di daerah juga harus memberi pengawasan,” tambah lelaki yang juga CEO PSIS ini.

Selain itu, Yoyok Sukawi menegaskan bahwa restu dari orang tua murid jadi salah satu hal utama untuk pertemuan tatap muka. Ia ingin semua pihak mengikuti instruksi dari pemerintah bahwa pembelajaran tatap muka sudah disetujui oleh pemerintah daerah, kepala sekolah, dan orang tua murid.

“Jangan ada pemaksaan dalam rencana pembelajaran tatap muka. Kalau memang ada orang tua murid belum setuju, sekolah juga harus tetap mempersiapkan pembelajaran secara virtual. Kapasitas kelas juga jangan melebihi 50 persen,” pungkas Yoyok. zia-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here