Nilai Pancasila di Tengah Pandemi

Oleh Diana Dwi Susanti

Statisi BPS Provinsi Jawa Tengah

PANCASILA memiliki peranan penting bagi Bangsa Indonesia. Menjadi dasar negara, jiwa, kepribadian, perjanjian luhur, pandangan hidup, serta idiologi bangsa. Sudah 75 tahun Pancasila mendampingi perjalanan bangsa ini untuk mencapai nilai-nilai luhurnya. Di tengah pandemik ini nilai-nilai luhur pancasila yang melekat di jiwa bangsa ini menjadi barometer seberapa besar pancasila menjiwai setiap pribadi bangsa.

Realitas pandemik covid-19 merupakan momen masa kini yang penting untuk mendorong penguatan dalam mereaktualisasi nilai-nilai hidup Pancasila. Nilai-nilai keimanan, moralitas, kemanusian, gotong-royong, tenggang rasa, kerja sama, persatuan, dan keadilan. Kehadiran covid-19 ini membuat masyarakat berada pada situasi tidak nyaman dan penuh ketidakpastian.

Kenyataan kehidupan yang terpaksa menganggur akibat pandemik, berkurangnya bahkan lenyapnya pendapatan karena harus menganggur atau merosot tajamnya usaha, ketidakpastian masa depan seperti karier dan pendidikan anak-anak, kejenuhan dan kemudian kebosanan berkepanjangan dalam kehidupan yang nyaris tanpa aktivitas.

Kondisi penuh tekanan dan ketidakpastian di atas, jika berkepanjangan dan kalau tidak diwaspadai akan mengubah secara cepat pikiran dan suasana hati, dari positif menjadi negatif, dari optimis menjadi pesimis, dari kegairahan kehidupan menjadi kelesuan, dari penuh harap menjadi kehilangan harapan, dari perspektif berpikir dengan jangkauan ke depan menjadi masa bodo dengan masa depan, dan sejumlah paradoks kehidupan lainnya.

Apalagi ditambah dengan gempuran opini publik yang berlebih-lebihan di media sosial. Sarat dengan opini tanpa fakta kuat, analisis yang lemah, penuh prasangka, analisis konspirasi dan bahkan hoax. Tren ini bisa menghilangkan orientasi masyarakat, menumpulkan kecerdasan dan bisa menjurus ke arah perpecahan masyarakat.

Membangun optimisme dengan nilai Pancasila

Apakah bangsa ini sudah kehilangan daya tahan dan kekuatan mental untuk menghadapi pandemik? Menilik dari sejarah, bangsa ini telah mengalami rangkaian peristiwa pahit dengan perang berkepanjangan yang mengorbankan darah dan air mata dan juga kecerdasan berdiplomasi.

Tulisan Bung Karno yang dirangkum dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi memberikan gambaran bagaimana kecerdasan, visi masa depan, motivasi untuk berani dan bangkit melawan penjajahan, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang amat sangat miskin, tuna pendidikan dan sudah teramat lelah bahkan mimpi untuk masa depan pun tidak berani. Dicekam rasa takut yang tidak berkesudahan. Tetapi kekuatan, persatuan dan jiwa gotong-royong untuk lepas dari penderitaan membuat mereka bangkit dari keterpurukan.

Pemikiran bung Hatta tentang keadilan ekonomi, keadilan politik, prinsip gotong-royong dalam perekonomian di tengah masa sulit telah menggugah bangsa Indonesia kala itu untuk berani bermimpi kembali. Di tengah pandemik ini optimisme dan keyakinan untuk bersatu padu melawan covid-19 sangat diperlukan. Jiwa gotong-royong bahu membahu saling membantu dimulai dengan membantu sekitarnya bisa mengurangi beban hidup yang berat.

Contohnya di Jawa Tengah sedang gencar dilaksanakan gerakan “Jogo Tonggo” yang artinya saling membantu dan menguatkan antar tetangga. Yang mesti di jaga adalah saling menjaga/mengingatkan kesehatan tetangga, menjaga perekonomian dan membeli produk-produk tetangga. Ide dari gubernur Jawa Tengah ini merupakan salah satu bentuk pengamalan dari nilai-nilai luhur Pancasila.

Beberapa gerakan perempuan Indonesia dalam membuat masker kain ketika masker menjadi barang langka. Berbagi makanan dan pengalaman atau keterampilan, menggalang aksi sosial dan banyak kegiatan lainnya. Masih ada titik terang dan sepenggal asa nilai-nilai luhur Pancasila di dalam diri bangsa Indonesia.

Untuk itu mari bangkit dan sebarkan aura positif Pancasila. Tangkis opini negatif dan hoax yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jiwa-jiwa good father yang ditanamkan oleh pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta jangan sampai terkikis dengan berita-berita negatif tanpa data. Dengan bahu-membahu kita bisa melawan covid-19 didasari nilai luhur Pancasila.

SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA. Jatengdaily.com–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here