Penanganan Rob di 6 Kota/Kabupaten Harus Diprioritaskan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso. Foto: dok
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Jawa Tengah diminta memprioritaskan penanganan rob di 6 Kabupaten /Kota yang saat ini mengakitbatkan lebih dari 12 ribu orang terdampak. Prioritas itu harus tercermin dalam kebijakan anggaran maupun dalam hal koordinasi lintas sektor, karena rob ini sudah terjadi menahun dan semakin parah.
Hal itu di sampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso, dalam monitoring penanggulangan rob wilayah kota Pekalongan dan Kabupaten Demak.
“Kebijakan anggaran pemprov dalam masalah rob ini masih terlihat setengah-setengah, jauh dari ideal, berbeda jauh saat pemprov mencanangankan tahun infrastruktur jalan dan jembatan beberapa tahun lalu,” ungkapnya.
Dalam catatan politisi PKS ini, dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turun penanggulangan tanggul pantai maupun perbaikan saluran didaerah rob anggarannya tidak pernah lebih dari 50 miliar tiap tahunnya untuk seluruh Jateng,
“Idealnya untuk tiap tahun minimal 175 M meliputi perbaikan tanggul pantai, perbaikan saluran, serta perbaikan sistem pompa di Jateng, kita belajar dari Kota Semarang, ketika koordinasi lintas OPD dan Instansi berjalan, dana disupport ternyata sangat terasa pengurangan dampaknya, menurun drastis cakupan wilayahnya” lanjutnya.
Hadi mendesak ini jadi prioritas 2021 baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, “Demak khusunya Sayung, penanganan permanen realisasi Seksi 1 Tol, Pekalongan sesuai Perpres 79/2019 penangangan rob terintegrasi Percepatan Ekonomi Brebres – Kendal, tinggal serius atau tidak payung hukumnya sudah ada,” tegasnya.
Kondisi tahun ini menurut Hadi memang sangat memprihatinkan karena akibat refocusing untuk penanganan Covid 19 & rasionalisasi TA. 2020 anggaran Dinas PSDA untuk penanganan rob tinggal kurang lebih 25% dari anggaran direncanakan, sehingga praktis hanya untuk menenuhi kebutuhan rutin dan darurat bencana, belanja modal terkena kena rasionalisasi.
“Bencana rob ini juga akan memicu potensi tranmisi lokal, karena muncul kerumunan, protokoler susah diterapkan, untuk berdiam dirumah juga susah, makanya Perubahan Anggaran, berharap untuk penanganan rob anggarannya dapat dikembalikan agar minimal ada tindakan kedaruratan,” pungkasnya. yds