Penimbun Masker di Jateng Bakal Ditindak

Pemprov Jateng bekerja sama dengan kepolisian akan menindak pihak-pihak yang dengan sengaja menimbun, maupun menggelembungkan harga masker. Foto: dok Humas Jateng

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sejumlah daerah termasuk di Jawa Tengah mengalami kelangkaan masker. Bahkan di Solo sekitarnya, ketika terjadi hujan abu letusan Merapi, warga kesulitan membeli masker karena stok di toko-toko alat kesehatan maupun apotek sudah habis sejak munculnya kasus virus corona.

Mengantisipasi kelangkaan masker, pihak Pemprov Jateng bekerja sama dengan kepolisian akan menindak pihak-pihak yang dengan sengaja menimbun, maupun menggelembungkan harga masker untuk mencari keuntungan di tengah merebaknya isu Covid-2019.

“Untuk itu kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk memastikan tidak ada penimbunan dan permainan harga masker di Jawa Tengah. Kalau ada penimbunan atau permainan harga, pasti akan kami tindak secara hukum,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, Muhammad Arif Sambodo, Selasa (3/3/2020).

Arif menerangkan, mengacu pada Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang, dapat dipidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

“Saat ini kami sudah bekerja melakukan pengawasan terhadap perusahaan, distributor hingga penjual kecil di Jawa Tengah. Inventarisir dan pengecekan jalur distribusi terus kami pantau. Kalau ada temuan, pasti kami tindak bersama jajaran kepolisian,” tandasnya.

Jangan Panik
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menghimbau agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian masker secara besar-besaran. Dia mengatakan yang wajib mengenakan masker adalah masyarakat yang sakit, tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien dan atau masyarakat yang tinggal di daerah rentan.

“Jadi, tidak semua (masyarakat) harus menggunakan masker. Yang jelas yang sakit yang harus pakai masker. Kalau itu dilakukan, maka potensi masyarakat tertular akan semakin kecil,” kata Yulianto.

Yulianto mengatakan, produksi masker di Jawa Tengah saat ini relatif terbatas. Ini karena bahan baku untuk masker berasal dari Tiongkok. Merebaknya virus Covid-2019 berimbas pada tersendatnya pasokan bahan baku masker. “Stok masker di Jawa Tengah masih aman asalkan digunakan sesuai kebutuhan,” imbuh Yulianto.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga menegaskan akan menindak pelaku penimbunan masker. Dikatakan Jokowi, pihaknya memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis mengambil tindakan terkait langkanya masker wajah. Jokowi menyebut adanya dugaan penimbunan masker dan penjualan masker dengan harga fantastis.

“Saya juga sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun, masker terutama. Ini masker dan menjualnya lagi dengan harga yang sangat tinggi,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2020).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat di Istana Merdeka menyampaikan bahwa para pedagang mengambil kesempatan dan dirinya meminta agar pedagang-pedagang masker jangan terlalu berlebihan.

”Bagi mereka yang tidak sakit ya sebaiknya kita tidak perlu pakai masker, jadi hanya yang sakit saja yang pakai masker sehingga tidak meningkatkan kepanikan juga dan kedua juga menimbulkan kekhawatiran kepada masyarakat sekitar, sehingga tentu bagi yang tidak sehat ya tentu lebih baik beristirahat. Menteri Kesehatan akan membuat protokol termasuk di kantor-kantor pemerintahan,” ujarnya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here