Pilkada Solo yang Mendadak Seksi

0
223
Pamflet Gibran di perkampungan wilayah Karangasem Solo. Foto: yds

SOLO (Jatengdaily.com) – Tiga kali Kota Solo menghelat Pilwakot/Pilkada secara langsung sejak 2005. Dari ketiga kali pemilihan wali kota/wakil tersebut, konstelasi terkesan adem ayem saja. Sebagai kandang banteng yang konsisten sejauh ini, calon yang diusung PDIP selalu menang mudah dalam tiga Pilkada 2005, 2010 dan 2015.

Pada Pilkada 2005, saat mulai pertama kali menggunakan sistem pemilihan langsung, pasangan Joko Widodo (Jokowi) – FX Hadi Rudyatmo (PDIP) menang Pilwakot dengan meraih 99.747 suara (36,62%). Sedangkan lawan-lawanya, Achmad Purnomo-Istar Yuliadi (PAN) mendapat 79.213 suara (29,08%), Hardono-Dipokusumo (Golkar, Demokrat,PKS) 78.989 suara (29%) Slamet Suryanto-Hengky Nartosabdo (koalisi partai kecil) 14.414 suara (5,29%).

Spektakuler lagi di Pilkada 2010, saat pasangan incumbent Jokowi-FX Hadi Rudyatmo diusung PDIP menang telak atas lawannya KP Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi. Jokowi-Rudi memperoleh 248.243 suara (90,09 persen) sedangkan KP Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan didukung Partai Golkar dan Hanura, hanya mengumpulkan suara 27.306 suara (9,91 persen).

Saat Pilkada 2015 pasangan PDIP meskipun tanpa Jokowi, yakni F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo juga masih menang, dengan perolehan 169.902 suara (60,39%), pesaingnya Anung Indro Susanto-M Fajri (PKS, PAN Gerindra, Demokrat) memperoleh 111.462 (39,61%)

Kemenangan-kemenangan pasangan PDIP itulah, mungkin yang menjadi kabar Pilkada Kota Solo ‘kurang menarik’ dibahas. Hampir semua beranggapan, siapa pun itu paslon PDIP hampir dipastikan bakal menang. Namun fenomena lain muncul di Pilkada 2020 ini, saat Pilkada Solo yang mendadak ‘seksi’ dan menjadi buruan pemberitaannya.

Spanduk Achmad Purnomo-Teguh Prakosa terpasang di perkampungan kawasan Kretek Gantung Solo. Foto: yds

Kemenarikan Pilkada Solo 2020 bukan karena kandidat paslon PDIP mendapat tantangan lawan yang terlampau kuat, namun justru karena munculnya sosok baru di tubuh PDIP sebagai kandidat, padahal DPC PDIP sudah mempunyai calon yakni Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Adalah Gibran Rakabuming Raka, yang tak lain putra Presiden Joko Widodo sekaligus mantan Wali Kota Solo, yang jadi pusat perhatian masyarakat tatkala mendaftarkan diri sebagai calon wali kota lewat PDIP. Gibran pula yang kini membuat Pilkada Solo banyak dibicarakan orang termasuk oleh warga Solo sendiri.

Fokusnya masyarakat terhadap Pilkada Solo, terlihat ketika Gibran Rakabuming Raka maupun paslon Achmad Purnomo-Teguh Prakosa menjalani fit and proper test di DPP PDI Perjuangan, Senin (10/2/2020). Mulai dari hidangan sambel trasi hingga jalannya uji kelayakan pun menjadi yang ramai dikabarkan media.

Gibran pun seolah sudah siap menang dan kalah untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Usai uji kelayakan ia mengatakan, dirinya tetap akan setia menjadi kader PDIP meskipun jika nanti tak mendapat rekomendasi Pilkada dari DPP. “Jika tidak mendapat rekomendasi sekalipun, saya tetap akan berkomitmen untuk membesarkan partai,” ujar Gibran.

Gibran mengaku mempunyai komitmen untuk membesarkan partai dengan gotong royong. Selain itu juga melibatkan berbagi unsur baik kultur maupun struktur.

Begitupula Achmad Purnomo pun mengaku bakal legawa jika nantinya rekomendasi untuk calon wali kota Solo ternyata diberikan kepada putra Presiden Jokowi. ”Saya kan kader partai. Apa pun yang diputuskan partai akan kita laksanakan dengan sebaik mungkin,” kata Purnomo.

Purnomo juga belum berpikir maju lewat jalur indpenden jika nantinya rekomendasi ternyata diberikan kepada Gibran. ”Kita tunggu saja,” ucapnya.

PDIP sendiri kali ini cukup hati-hati sebelum mengeluarkan rekomendasi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Kota Solo selalu menjadi daerah penting dan strategis bagi PDIP selama ini. Bahkan kepemimpinan Presiden Jokowi pun juga dimulai dari Kota Solo sebagai Wali Kota.

Hasto menerangkan, aspirasi masyarakat akan menjadi salah satu aspek penilaian dalam fit and proper test yang digelar tertutup ini. Selain itu, akan dilihat komitmen dan cara kepemimpinan para bakal calon tersebut.

Kita tunggu saja, rekomendasi PDIP di Pilkada Solo berlabuh ke siapa. Apakah Gibran, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, ataupun Gibran-Achmad Purnomo? yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here