Santri Tangguh dan Teguh Ngaji Ikuti General Stadium

Kepala dokter RSUD Tugurejo Kota Semarang dr Muhamad Anis Baswedan didampingi Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA saat memberikan materi ceramah kesehatan stadium general kepada santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, di Dukuh Wonorejo, Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Para santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan,  Dukuh Wonorejo, Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, kemarin mengikuti stadium general. Pengasuh pondok pesantren Fadhlul Fadhlan Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA menjelaskan, stadium general sebagai pertanda para santri siap mengikuti kegiatan proses pembelajaran kembali di pondok pesantren.

Materi stadium general disampaikan Kepala dokter RSUD Tugurejo Kota Semarang dr Muhamad Anis Baswedan.

‘’Materinya sangat menarik Herd Immunity & New Normal kesehatan untuk santri tetap teguh dan tangguh hati untuk belajar dan ngaji di tengah pandemi Covid-19,” kata Kiai Fadlolan.

dr Anis Baswedan, menjelaskan pentingnya patuh protokol kesehatan, namun tidak harus ketakutan sampai stres dan paranoid hingga menurunkan imunitas tubuh yang jutru menjadikan rentan masuknya virus pada tubuh.

Menurut Kiai Fadlolan, santri yang bisa kembali ke pesantren baru sekitar 250 dari 500 santri karena berbagai kendala. Pesantren Fadhlul Fadhlan menerapkan sistem bilingual berbasis karakter salaf. Sistem pendidikan salaf ala Nahdlatul Ulama yang ngaji kitab kuning namun tidak ketinggalan dengan program bahasa Arab dan Inggris serta program tahfidz.

Di masa pandemi Covid-19 yang masih belum melandai, pesantren ini memberanikan diri untuk menjalankan misinya mengizinkan santri kembali ke pondok pesantren dengan proses protokol kesehatan yang ketat bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Mijen.

Pesantren itu menambah volume waktu program pendidikan dalam tiga bulan Juni-Agustus 2020 pematangan program bahasa Arab, Inggris dan tahfidz Alquran.

Menurut Kiai alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, pematangan program tersebut sangat menguntungkan santri yang sedang tidak masuk kuliah atau tidak masuk sekolah.

‘’ Mereka digenjot hafalan dan praktik bahasa Arab dan Inggris dari pukul 04.30 shalat subuh berjamaah di masjid pondok, wiridan ratib haddad, hizib nashr dan hizib al-masyath,’’ katanya.

Kemudian semua santri turun dari masjid masuk kelompok masing-masing dibimbing guru bahasa.Selanjutnya pembelajaran out door di sekitar halaman pesantren sampai pukul 08.00. Sarapan pagi bersama dilanjutkan pukul 09.00 program senam pagi di halaman pesantren dilanjutkan roan kebersihan lingkungan sampai pukul 10.00. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here