By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Solo Tanpa Gerebeg Gunungan Sekaten Tahun Ini
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

Solo Tanpa Gerebeg Gunungan Sekaten Tahun Ini

Jatengdaily.com
Published: 29 Oktober 2020 18:00
Share
Gunungan Sekaten pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Solo, tahun 2019 lalu. Foto: dok/yanuar
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Solo tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19, mengakibatkan masyarakat tak bisa menyaksikan Gerebeg Maulid atau Gunungan Sekaten, maupun pasar malam Sekaten.

Pihak Keraton Kasunanan Surakarta meniadakan kegiatan tersebut untuk masyarakat, mengingat berpotensi memunculkan kerumunan orang dan berbahaya di masa pandemi COVID-19.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Adipati Dipo Kusumo MSI menyatakan, Keraton Kasunanan Surakarta tetap melaksanakan upacara adat dengan penyesuaian yang dilaksanakan secara terbatas.

Dijelaskan Dipo Kusumo, sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang belum usai, agenda upacara adat hajat dalem Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa Sekati atau lantunan gamelan Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Krai Guntur Sari serta pareden/gunungan Gerebeg Maulid Jimakir 1954/2020 ditiadakan.

Seperti diketahui tradisi Sekaten di Kota Solo menjadi agenda budaya yang selala digelar tiap tahun memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama dua pekan digelar pasar malem Sekaten dilanjutkan dengan Gunungan Gerebeg Sekaten sebagai puncaknya.

Gunungan Sekaten berisi bahan makanan dan sayuran ini, merupakan wujud syukur. Sehingga dibagikan kepada masyarakat untuk bisa menikmatinya dan sudah dilaksanakan sejak puluhan tahun silam. yds

You Might Also Like

Aksi Nyata Wali Kota Semarang, Sulap Pantai Tirang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan
Libur Sekolah Gerah? Yuk, Nyemplung Seru di Dusem Summer Fest Bawen!
Satupena Jateng Perlu Kembangkan Literasi untuk Hidup
Ajak Pengunjung Nostalgia Musik Era 90-an, Saloka Theme Park Gelar Soundloka 2 Band Competition
Dualisme Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga, Prajurit Patang-puluhan Dianggap Bukan Bagian Prosesi
TAGGED:gerebeg sekatenkota solosekaten ditiadakansekaten solo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?