Solo Tanpa Gerebeg Gunungan Sekaten Tahun Ini

Gunungan Sekaten pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Solo, tahun 2019 lalu. Foto: dok/yanuar

SOLO (Jatengdaily.com) – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Solo tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19, mengakibatkan masyarakat tak bisa menyaksikan Gerebeg Maulid atau Gunungan Sekaten, maupun pasar malam Sekaten.

Pihak Keraton Kasunanan Surakarta meniadakan kegiatan tersebut untuk masyarakat, mengingat berpotensi memunculkan kerumunan orang dan berbahaya di masa pandemi COVID-19.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Adipati Dipo Kusumo MSI menyatakan, Keraton Kasunanan Surakarta tetap melaksanakan upacara adat dengan penyesuaian yang dilaksanakan secara terbatas.

Dijelaskan Dipo Kusumo, sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang belum usai, agenda upacara adat hajat dalem Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa Sekati atau lantunan gamelan Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Krai Guntur Sari serta pareden/gunungan Gerebeg Maulid Jimakir 1954/2020 ditiadakan.

Seperti diketahui tradisi Sekaten di Kota Solo menjadi agenda budaya yang selala digelar tiap tahun memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama dua pekan digelar pasar malem Sekaten dilanjutkan dengan Gunungan Gerebeg Sekaten sebagai puncaknya.

Gunungan Sekaten berisi bahan makanan dan sayuran ini, merupakan wujud syukur. Sehingga dibagikan kepada masyarakat untuk bisa menikmatinya dan sudah dilaksanakan sejak puluhan tahun silam. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here