Pakar mitigasi bencana UGM Jaka Marwasta menyampaikan presentasi di Kampus Unissula. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Rencana pembangunan tol dan tanggul laut sepanjang lebih dari 25 kilometer yang menghubungkan kawasan Kota Semarang dengan kabupaten Demak akan segera direalisasikan.

Sarana prasarana modern ini diyakini memiliki manfaat luas terutama dalam upaya menahan terjangan gelombang pasang air Laut Jawa. Akibat gelombang pasang yang muncul tak kenal waktu menimbulkan bencana abrasi parah  di sepanjang kawasan Pantura pulau ini.

Program itu dalam jangka waktu panjang juga akan memberikan daya dukung transportasi darat di kawasan yang semakin kuat terhubung.

‘’Direncanakan pembangunan tanggul laut mencapai setinggi 6,65 meter atau hampir 7 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini juga dengan telah memperhitungkan tinggi gelombang , penurunan muka tanah, hingga kenaikan muka air laut akibat badai, ‘’tutur tim perencana desain tanggul Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kalmah, Selasa (25/2/2020)

Dia hadir di Kampus Unissula juga untuk menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan rencana pembangunan tanggul yang dimulai di 2020. Forum ini dihadiri para dosen, peneliti, pemerhati lingkungan hingga mahasiswa S-1, S-2 dan S-3.

Kalmah berbicara dalam acara yang juga bertajuk Diskusi Tata Ruang Prospektif Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang Demak Terhadap Pengembangan Wilayah.

Disebutkannya banjir dan rob yang semakin tinggi pada ruas pantura penghubung Kota Semarang dan Demak, menimbulkan risiko tinggi kemacetan lalu lintas. Hal ini berdampak luas pada terganggunya kegiatan perekonomian masyarakat. Maka akhirnya digulirkan rencana pembangunan Tol Semarang Demak di tepi laut.

‘’ Banjir dan rob ini semakin diperparah dengan adanya penurunan tanah atau land subsidence. Selebihnya juga karena kenaikan muka air laut dan peningkatan debit akibat perubahan tata guna dan kerusakan lahan dil daerah tangkapan air,’’ imbuh dia.

Ditambahkannya paket pekerjaan fisik puluhan kilometer ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jumlahnya juga bisa mencapai triliunan rupiah. Sebagai pendukung proyek tanggul dan tol laut akan dibangun pula kolam retensi 225 hektare di kawasan Terboyo Semarang dan 40 hektare di Sriwulan Demak.

Program ini sekaligus menjadi bagian proyek strategis nasional untuk menanggulangi kebencanaan akibat banjir dan rob. 

Jaka Marwasta dari UGM Yogyakarta mengingatkan pembangunan mega infrastruktur semacam ini juga harus memasukkan konsep tata ruang yang bersifat melindungi lingkungan sekitar. Muaranya juga supaya kelestarian alam dan lingkungan selalu terjaga untuk akhirnya diwariskan dari generasi ke generasi. Pakar teknik Unissula M F Niam menyatakan proyek tanggul dan tol laut diinginkan menjadi solusi atas permasalahan besar banjir dan rob yang masih terus melanda kawasan Pantura. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here