By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: TKI Diberdayakan untuk Ikut Padat Karya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

TKI Diberdayakan untuk Ikut Padat Karya

Last updated: 14 April 2020 18:30 18:30
Jatengdaily.com
Published: 14 April 2020 18:30
Share
Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono. Foto: dok BNPB
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendata pekerja migran yang pulang dari Malaysia, untuk diberdayakan dalam program padat karya.

“Kami sedang bekerja sama dengan Kemenlu yang WNI (warga negara Indonesia) yang pulang dari Malaysia diidentifikasi dari mana asalnya, kita siapkan program padat karya,” kata Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (13/4/2020).

Menurut dia, pemerintah menyiapkan program-program padat karya, terutama di daerah-daerah kantong pekerja migran, seiring dengan pandemi COVID-19.

Diharapkan, kata dia, para eks-pekerja migran itu bisa bekerja di program-program padat karya yang disiapkan pemerintah, setelah menjalani isolasi mandiri sepulang dari Negeri Jiran.

Basuki menjelaskan Kementerian PUPR telah merealokasi dan me-“refocusing” anggaran sebesar Rp36,19 triliun dari total anggaran pada 2020 sebesar Rp120 triliun untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Realokasi pertama, yaitu yang dikembalikan kepada Kementerian Keuangan untuk dialokasikan langsung kepada bantuan sosial dan kegiatan lain yang bersentuhan langsung dengan penanganan COVID-19 sebesar Rp 24,53 triliun.

Kemudian, kata dia, re-“focusing” anggaran sebesar Rp1,66 triliun untuk pembangunan yang langsung dibutuhkan untuk mengatasi COVID-19, seperti penyiapan prasarana observasi di Pulau Galang sebesar Rp400 miliar, serta merehabilitasi rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran, dan pembelian alat-alat pendukung lainnya.

Basuki menyebutkan anggaran juga di-“refocusing” untuk mempercepat pelaksanaan padat karya tunai.

“Padat karya tunai adalah memberikan pekerjaan yang ‘low technology’, tetapi banyak menyerap tenaga kerja di daerah pedesaan. Anggaran untuk program tersebut sebesar Rp 10,22 triliun ditujukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan,” katanya.

Jadi, kata dia, program padat karya itu sebagai upaya mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa. “Ini masih bisa kita laksanakan karena kita menggunakan protokol kesehatan,” kata Basuki.

Program padat karya tersebut, di antaranya perbaikan irigasi pedesaan, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), program rumah swadaya, sanitasi hingga penyediaan air minum berbasis masyarakat. yds

You Might Also Like

Belum Berwawasan Lingkungan, Regulasi Pengelolaan Sampah Perlu Ditata Kembali
Permalukan Ajax, Tottenham Hotspur Catat Sejarah ke Final Liga Champions
Bazar Hari Jadi Demak Diserbu Masyarakat
IIEF Luncurkan Buku “Generasi Emas 2045: Apa yang Membuat Kita Berbeda?”
Tingkatkan Produksi Minyak Nasional, Prima Energy Tajak Sumur Lakukan Pengeboran CW-1 & CW-2 di Lapangan Camar
TAGGED:COVID 19padat karyapemberdayaan tki
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?