By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: 5 Desa Lereng Gunung Merapi Boyolali Mulai Krisis Air Bersih
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

5 Desa Lereng Gunung Merapi Boyolali Mulai Krisis Air Bersih

Last updated: 15 Oktober 2021 16:32 16:32
Jatengdaily.com
Published: 15 Oktober 2021 16:32
Share
Gunung Merapi. Foto: yanuar
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Kekeringan mulai melanda wilayah lereng Gunung Merapi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lima desa di Kecamatan Tamansari kekurangan air bersih, dan itu terus menerus dalam setiap musim kemarau tiba.

Kelima desa di kaki Gunung Merapi tersebut yakni Desa Sanggup, Lanjaran, Mriyan, Sumur dan Jemowo. Mereka biasanya mengandalkan air tadah hujan. Hal tersebut diungkapkan, Camat Tamansari, Wurlaksana, seperti dilansir laman pemkab boyolali, Jumat (15/10/2021).

Wurlaksana mengatakan, sampai saat ini sebagian masyarakat di lima desa yang sering kekurangan air bersih tersebut sudah berupaya membuat tandon air yang cukup besar, Namun, ketika musim kemarau datang masih kekurangan air bersih.

Kebutuhan air bersih untuk warga kaki Gunung Merapi, kata dia, selain untuk kebutuhan konsumsi sehari hari juga untuk kebutuhan hewan ternak mereka. “Kalau durasi kemarau itu agak lama, air mereka juga habis juga. Karena air tersebut untuk ternak juga,” ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya mengaku sudah koordinasi dengan bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali dan PMI Kabupaten Boyolali.

“Kami sudah koordinasi dan rapat terkait kurangnya air bersih di lima desa di Kecamatan Tamansari itu. Jadi hasilnya Pemdes membuat permohonan yang disampaikan Pak Bupati,” lanjutnya..

Ia menambahkan, belum lama ini sudah dilakukan dropping air bersih Desa Sumur dan Mriyan dari BPBD Kabupaten Boyolali dan PMI Kabupaten Boyolali. “Dalam minggu minggu ini, dua desa sudah di dropping air bersih dari PMI dan BPBD,”pungkasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan BPBD Kabupaten Boyolali telah menyiapkan sebanyak 400 tangki air bersih untuk mengantisipasi daerah terdampak karena bencana kekeringan.

Kurniawan mengatakan enam daerah di Boyolali yang rawan kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, Selo, dan termasuk Tamansari. yds

You Might Also Like

Semen Gresik Borong Dua Penghargaan Terbaik di Ajang Anugerah BUMN 2023
22 Tower Rusun di IKN Sudah Siap Huni
Perkuat Data Raperda BPR BKK, Komisi C Monitoring BKK
Ganjar ke Pekalongan Cek Penanganan Banjir Rob
Warga Serbu Sembako Pasar Murah ‘Sahabat Lestari’
TAGGED:droping airkekeringan boyolalikrisis air bersihpemkab boyolali
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?