Derita Warga Sayung Demak Hadapi Rob; Tambak Hancur, Kerepotan Makamkan Jenazah

Akses jalan Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung, Demak yang semakin tenggelam oleh abrasi. Foto: ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Air pasang laut atau lazim disebut rob semakin hari semakin menenggelamkan desa-desa pesisir di Kabupaten Demak. Tak hanya kehilangan tempat tinggal yang layak huni, tak sedikit pula warga nelayan kehilangan mata pencaharian karena hancurnya tambak mereka oleh abrasi.

Namun penanganan rob pesisir Demak tak semudah membalikkan tangan. Selain membutuhkan biaya sangat besar, dibutuhkan pula sinergitas penanganan dinas/instansi lintas sektoral.

Sehubungan itu tak sedikit warga berupaya bertahan dan tak ingin menyerah oleh abrasi. Seperti dilakukan warga RW VII Dukuh Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak yang mendatangi gedung wakil rakyat memohon fasilitasi pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, hingga mereka mampu mandiri di tengah kepungan rob.

Sebagimana disampaikan Makruf, seorang warga, rob tak hanya menutup akses jalan dukuh hingga setinggi 80 cm, lebih mengenaskan lagi saat ada warganya meninggal dunia selalu kebingungan dalam proses pemakaman.

“Pernah ada penduduk dukuh meninggal dunia pagi hari. Proses penggalian makam dimulai sekitar pukul 9 pagi, namun jenazah baru bisa dikebumikan jam 22.00 karena menunggu air benar-benar surut. Padahal sambil digali sudah dibarengi pemompaan air menggunakan mesin,” imbuh Sobirin, seorang tokoh masyarakat setempat.

Pemakaman terpaksa dilakukan di TPU Timbulsloko karena jika dimakamkan di desa tetangga, mereka akan dikenakan biaya beli padas untuk pengurukan minimal senilai Rp 2 juta. Biaya tersebut tentunya sangat berat bagi keluarga yang tengah berduka.

Komprehensif
Mengenai keluhan warga Dukuh Timbulsloko RW VII tersebut, Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS menyatakan keprihatinannya. Sebagai wujud empati baik secara pribadi maupun kelembagaan, politisi PDIP tersebut menfasilitasi warga beraudiensi dengan menghadirkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Sebab penanganan rob tidak bisa parsial, namun harus secara komprehensif. Untuk itu harus melibatkan semua instansi terkait, terlebih ada sebagian penanganan merupakan kewenangan pemerintah pusat terkait pendanaan yang besar,” ujar politisi PDIP itu.

Mengenai semangat mandiri secara perekonomian, FBS – sapaan akrab Fahrudin BS menyampaikan dukungan sepenuhnya. Kehadiran pimpinan OPD terkait diharapkan mampu secara sinergi membantu dalam hal pelatihan hingga permodalan usaha dan pemberdayaan ekonomi.

OPD terkait yang diharapkan membantu upaya mandiri lewat pemberdayaan ekonomi warga Timbulsloko adalah Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinperdagkop dan UMKM, Bappeda Litbang, DPU Taru, Dinsos P2PA serta Dinpora Kabupaten Demak.

“Kami berharap eksekutif segera melakukan riset terkait pembangunan jalan tol sekaligus sabuk pantai. Sehingga penanganan rob benar-benar sesuai sasaran dan solutif, bukannya malah muncul masalah baru,” pungkasnya. rie-yds