Petugas penyidik saat melakukan olah TKP di bak maut penampungan produk pabrik aspal di Desa Mranak Wonosalam dengan lubang sempit di bagian atasnya, yang telah menelan tiga korban jiwa. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com)– Kecelakaan kerja terjadi di PT Aspal Polymer Emulsindo, Selasa (5/10/2021). Diduga terpeleset dan kehabisan oksigen, tiga pekerja tewas saat sedang menguras bak penampungan aspal yang berlokasi di Desa Mranak Kecamatan Wonosalam itu.

Sebagaimana diungkapkan saksi, Marmin (66), kejadian naas itu bermula saat dirinya bersama dua temannya hendak membersihkan bak penampungan produksi aspal. Setelah masuk ke dalam bak yang hanya terdapat lubang ukuran sekitar 60 x 60 cm, Alamul Huda (22) dan Abdul Rosul (32) cukup lama tak terdengar aktifitas.

“Tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari dalam bak tampungan. Karena tak sanggup, saya minta tolong teman-teman yang lain,” ujarnya.

Datang lah Budi Lanjar (27) yang spontan berlari menuju bak penampungan begitu mendengar teriakan minta tolong Mbah Marmin. Diduga karena licin, Budi yang berniat membantu mengangkat dua temannya yang masih di dalam bak penampungan malah turut tercebur dengan posisi kepala di bawah.

Melihat tiga korban masih berada di dalam bak dalam kondisi lemah, lima pekerja lain berlarian menyusul bermaksud membantu mengangkat para korban. Namun usaha mereka tak membuahkan hasil, karena sesak nafas oleh bau menyengat aspal.

Hingga datang pertolongan dari tim BPBD Kabupaten Demak juga personel Polsek dan Koramil Wonosalam, setelah ditelpon warga sekitar yang sempat geger adanya kejadian luar biasa itu.

Tiga korban yang berhasil diangkat tim rescue dari dalam bak penampungan aspal dinyatakan meninggal dunia. Sementara lima pekerja lainnya yang mengalami sesak nafas dilarikan ke RSI NU Demak untuk menjalani perawatan.

Kalak BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP didampingi Kabid Darlog Suprapto menjelaskan, diduga para korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen. “Sementara ini kasus kecelakaan kerja itu sedang dalam penanganan pihak berwenang,” pungkasnya. rie-she