Mahasiswa KKN UNS Sulap Lahan Gersang jadi Produktif di Sokaraja

Tim KKN UNS di Desa Pamijen, Sokaraja, Banyumas memanfaatkan lahan gersang dengan menanam hidroponik rakit apung. Foto: ist

PURWOKERTO (Jatengdaily.com) – Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja merupakan desa yang secara geografis terletak di tengah perbatasan antara Kecamatan Sokaraja dan Purwokerto. Wilayah ini memiliki kawasan lahan untuk PKTD (Padat Karya Tunai Desa) yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lahan yang awalnya cukup gersang kini disulap menjadi lahan produktif.

Sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 melakukan inovasi dalam sebuah program kerja pembuatan hidroponik rakit apung, yang bertujuan untuk memanfaatkan sisa lahan pertanian yang tidak terpakai di Desa Pamijen. Sekaligus ini untuk mendukung program desa dalam meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19.

Kelompok KKN 25 Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan ketua Kus Puji Santosa Edo Widiantaka (FKIP/Bimbingan Konseling) beserta 7 anggota lainnya yaitu Alifia Diah Ayu Pracalita (FKIP/Pendidikan TIK), Anggita Putri Riyadi (FKIP/PG PAUD), Arum Nur Rahmawati (FH/ Ilmu Hukum), Inke Oktafiani (FKIP/PGSD), Nur Afifah Muthmainnah (FKIP/Pendidikan Fisika), Nunik Setya Praptini (FP/Ilmu Teknologi Pangan), dan Zwitsy Valentina Setiawan (FKIP/Pendidikan Ekonomi) dengan dosen pembimbing lapangan Nidyah Widyamurti, S.Sn., M.Ikom.

Salah satu dari sebelas program kerja yang dilaksanakan dari tanggal 3 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 adalah pembuatan hidroponik. Kegiatan pembuatan hidroponik rakit apung ini dilaksanakan oleh tim KKN yang didampingi oleh Kepala Desa dan Karang Taruna Desa Pamijen.

“Tujuan kami mengadakan program kerja pembuatan hidroponik rakit apung adalah untuk membantu desa menggalakan ketahanan pangan di Desa Pamijen dan juga untuk menumbuhkan minat bertani bagi para pemuda Desa Pamijen,” kata koordinator KKN UNS Kelompok 25.

Upaya ketahanan pangan merupakan salah satu program desa yang sedang digalakan khususnya kepada para pemuda karang taruna, dengan memanfaatkan lahan nonproduktif untuk pertanian. Pertanian yang sedang dilaksanakan di lahan tersebut diantaranya penanaman buah dan tumpang sari. Karena kondisi lahan pertanian yang cukup terbatas di Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja sehingga pemanfaatan sisa lahan pertanian tersebut diperlukan supaya lebih maksimal.

Kemudian para mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret melakukan pemanfaatan lahan sisa tersebut untuk pertanian hidroponik. Hidroponik merupakan kegiatan pertanian yang menjadikan air sebagai media utama untuk menggantikan tanah. Beberapa sayuran yang ditanam pada hidroponik di antaranya kangkung, pakcoy, dan caisim.

“Lahan pertanian di Desa Pamijen ini memang hanya sekitar 24 hektar, sehingga pemanfaatan lahan nonproduktif itu diperlukan. Program kerja pembuatan hidroponik ini sangat bagus untuk ketahanan pangan yang memaksimalkan lahan pertanian disini. Harapan saya pertanian menjadi salah satu bidang yang digemari oleh pemuda sebagai upaya ketahanan pangan di Desa Pamijen, karena semakin kesini pemuda jarang yang bertani,” tutur Hesti Tantriyani, Kepala Desa Pamijen.
Penulis: Anggita Putri Riyadi-yds