By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mahasiswa Unissula Bidik Peluang 1.000 Beasiswa Kuliah Luar Negeri
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa Unissula Bidik Peluang 1.000 Beasiswa Kuliah Luar Negeri

Last updated: 4 Mei 2021 11:08 11:08
Jatengdaily.com
Published: 4 Mei 2021 11:08
Share
Andi Rahadiyan Wijaya ST MSc PhD. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Unissula mengadakan sosialisasi program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang dilaksanakan Selasa (4/5/2021). Hadir sebagai narasumber Andi Rahadiyan Wijaya ST MSc PhD yang juga merupakan Koordinator Program Subpokja Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia.

Sosialisasi yang dimoderatori oleh Riana Permatasari itu bertujuan mendorong mahasiswa Unissula untuk mengambil peluang yang istimewa tersebut.

Andi menargetkan minimal 1.000 mahasiswa Indonesia bisa difasilitasi untuk belajar di luar negeri melalui program tersebut di tahun 2021 ini. “Tahun ini kami menargetkan minimal 1.000 mahasiswa kita bisa difasilitasi untuk belajar ke luar negeri melalui program internasional student mobility ini dan kedepannya porsi bisa kita tambah sampai 10.000”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan syarat untuk mengikuti program itu antara lain: pertama merupakan mahasiswa berwarga negara Indonesia yang sedang menempuh kuliah  tingkat sarjana semester 4-7 di perguruan tinggi dalam lingkup Dirjen Dikti. Kedua, memiliki kemampuan bahasa yang baik. Dibuktikan dengan memiliki skor bahasa Inggris IELTS (6.0), TOEFL iBT (78), TOEFL ITP (550), Duolingo English Test (100).

Ketiga, mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal. Keempat, memiliki IPK minimal 3.0 yang dibuktikan dengan transkrip sementara yang dikeluarkan oleh fihak universitas.

Adapun proses yang harus ditempuh antara lain: mahasiswa mencari informasi perguruan tinggi luar negeri dan mata kuliah yang diinginkan melalui flatform  IISMA. Mahasiswa mengajukan surat rekomendasi dari perguruan tinggi asal masing masing. Mahasiswa mengisi form aplikasi online di flatform Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa mempersiapan keberangkatan ke perguruan tinggi luar negeri yang dipilih. Mengikuti seleksi wawancara secara daring. Mengikuti seleksi berkas. Mahasiswa yang lolos dalam tahap ini akan diumumkan pada flatform MBKM masing masing.

“Program ini bertujuan menyediakan kesempatan bagi mahasiswa S1 di Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, bertukar gagasan dan budaya, serta mengembangkan jejaring dengan mahasiswa dan akademisi di perguruan tinggi luar negeri sehingga menjadi sarjana yang berwawasan global”, pungkas Andi Rahadiyan. She

You Might Also Like

Sangkal soal Disekap atau Dikurung, Ketum PWI Sebut Fakta Terungkap, Kebohongan Publik Terkuak
Data Kependudukan yang Akurat Faktor Penting untuk Mengakselerasi Pembangunan
Kunjungan ke Cilacap, Presiden Jokowi Tanam Mangrove, Tinjau Vaksinasi, hingga Lepas Tukik
Sosialisasi Perda & Non Perda: “Pentingnya Pendamping dan Pemberdayaan Desa”
PPKM Luar Jawa-Bali Dilanjutkan Hingga 17 Januari 2022
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?