Makna di Balik Jersey Baru Persis Solo

Jersey Persis Solo untuk Liga 2 2021. Foto: dok.persis solo

SOLO (Jatengdaily.com) – Menjelang laga pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Minggu (26/9/2021), Persis Solo melaunching jersey baru baik untuk kandang maupun tandang. Menariknya, di setiap jersey tersebut terselip kalimat “Sumusuping Rasa Jati” yang menjadi tema Persis musim ini.

Sedangkan bagian belakang dari tiap-tiap jersey tercantum detail tagline #KawaldariRumah, yang menjadi pesan untuk para suporter Persis dan segenap penikmat sepak bola Indonesia agar tetap mematuhi protokol kesehatan sembari merayakan kembalinya sepak bola. Ini menjadi salah satu upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 dan supaya kompetisi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Persis meluncurkan tiga macam jersey, yakni home, away, & third yang akan dikenakan para penggawa kala bertanding. Dilansir laman persissolo.id, warna merah kebanggaan tetap akan menjadi corak dominan yang menghiasi jersey home dibalut motif camo di badan. Motif camo dengan visualisasi peta daerah, kota, dan negara terinspirasi dari pendukung setia Persis yang tersebar di seluruh penjuru bumi.

Baca Juga: Persis Solo dalam Motivasi Tinggi dan Siap Hadapi PSG Pati

Motif camo juga akan membalut jersey kiper untuk home dengan warna dominan hitam. Sedangkan pada bagian lengan, melekat corak aksara jawa sebagai salah satu identitas kebudayaan Jawa yang menandakan bahwa Persis turut serta melestarikan budaya melalui sepak bola.

Jersey tandang, hitam akan menjadi rona khas jersey away player dengan hiasan motif batik truntum serta ilustrasi Burung Phoenix di bagian pinggang. Motif truntum merupakan motif asli Kota Solo yang menurut nilai historis merupakan simbol cinta tulus, abadi, dan subur berkembang (tumaruntum) seiring waktu berjalan.

Pola taburan bunga kecil yang menyerupai kuntum bunga melati tersusun rapi dan rekat melambangkan barisan kuat nan selaras untuk mengembalikan kejayaan Persis di kancah sepak bola Indonesia. Lalu detail gambar Burung Phoenix di pinggang adalah manifestasi dari simbol kebangkitan Laskar Sambernyawa.

Jersey third atau jersey alternatif para penggawa didominasi warna putih dengan motif keris banyu mili. Motif keris banyu mili menyerupai corak pada ujung bilah hingga pangkal keris. “Banyu” berarti air dan “Mili” adalah mengalir. Motif tersebut melambangkan air sebagai sumber kehidupan dengan banyak manfaat yang selalu mengalir sepanjang jalan, melewati setiap tempat yang dilaluinya.

Dari sifat elemen air tersebut, maka menjadi visi dalam kehidupan untuk terus berjuang mencapai tujuan meski banyak rintangan menghadang yang harus ditaklukkan agar dapat memberikan manfaat bagi sekitar.

Untuk penjaga gawang, terdapat dua macam jersey dengan warna biru langit di jersey away goalkeeper dan warna oranye yang menjadi warna dominan jersey third goalkeeper. Pada kedua tipe jersey tersebut, terdapat gambar ilustrasi Dwarpala di sekujur badan.

Dwarpala berasal dari Bahasa Sansekerta “Dvar” yang berarti pintu masuk atau gerbang, dan “Pala” memiliki arti penjaga. Maka secara keseluruhan Dwarpala bermakna sebagai penjaga pintu gerbang selayaknya sang penjaga gawang sebagai pengawal terakhir pertahanan Laskar Sambernyawa. yds