Tradisi Yaqowiyyu di Masa Pandemi, Apem Dibagi via Ojol

Tradisi Yaqowiyyu di Jatinom Klaten tahun ini, tanpa ada penyebaran kue yang diperebutkan warga, namun dibagikan melalui jasa ojek online. Foto: dok.pemkab klaten

KLATEN (Jatengdaily.com) – Tradisi sebar apem Yaqowiyyu sudah puluhan tahun digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten. Masyarakat dari Klaten dan sekitarnya selalu menunggu prosesi puncak penyebaran ribuan apem, kue yang terbuat dari tepung beras tersebut.

Bagi Kota Klaten sendiri prosesi tardisional Yaqowiyyu sudah menjadi ikon budaya dan wisata sejak puluhan tahun silam. Kegiatan yang juga dikenal sebagai Saparan tersebut, sejarahnya bermula ketika tokoh warga yang juga pendakwah Kiai Ageng Gribig pulang dari haji membawa oleh-oleh kue.

Kue tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada warga setempat. Saking banyaknya warga kemudian dibuatlah kue sendiri dengan bahan tepung beras. Dari situ kemudian ada tradisi pembagian kue apem setiap bulan Sapar, penanggalan jawa.

Di setiap perayaan Yaqowiyyu ini, masyarakat dari Klaten, Solo, Boyolali dan sekitarnya akan berdatangan. Bahkan mereka banyak yang menginap untuk merayakan tradisi ini. Digelar pula semacam pasar malam atau pasar rakyat sehingga banyak pedagang berjualan di sekitar Masjid Ageng Jatinom Klaten.

Tradisi sebar apem ini yang dinanti warga. Mereka rela berdesak-desakan untuk mendapatkan apem yang biasanya disebar dari atas panggung, di sekitar Kompleks makam Kiai Gribig. Warga mempercayai mendapatkan apem adalah berkah.

Namun tahun ini seperti tahun lalu, karena masa pandemi COVID-19, tradisi sebar apem dengan kerumunan orang tidak bisa digelar. Perayaan Yaqowiyu ke-402 tahun ini tidak ada gunungan apem yang menjadi ikon tetapi diganti dengan Panjang Ilang Apem.

Perayaan Yaqowiyyu 2021 sejak tahun lalu, sebaran apem tidak lagi digelar secara terbuka di Oro Oro Tarwiyah sehubungan pandemi COVID-19. Dilansir laman resmi pemkab klaten, Harsono Sarija (64) seorang penunggu makam di Makam Ki Ageng Gribig menyampaikan bahwa acara diadakan hanya sederhana dan tidak seperti biasanya, Jumat (24/9/2021).

“Mboten wonten gunungan, wontenipun Panjang Ilang damel saking janur. (Tidak ada Gunungan Apem, adanya keranjang yang terbuat dari janur),” ujarnya

Ada dua jenis Panjang Ilang yaitu Zakat Ageng dan Zakat Alit. Ia menyampaikan Zakat Ageng terdiri atas apem besar dan Zakat Alit terdiri dari apem kecil.

Usai acara tahlil terbatas selesai, Daryanta sebagai pengisi haul Ki Ageng Gribig meminta untuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah membagikan apem di area makam.

Untuk mengobati kekecewaan masyarakat yang tidak dapat mengikuti tradisi ini, pihak penyelenggara memanfaatkan jasa ojek online (ojol) untuk menyebarkan kue apem ke penjuru Klaten. Pada Jumat (24/9/2021) siang, puluhan driver ojol diorder sebelumnya bersiaga di jalan masuk makam Kiai Ageng Gribig.

Usai prosesi doa di kompleks makam utama, sebanyak 6 ton kue apem yang dikemas dalam kotak makanan diserahkan kepada pengendara ojol.

Selanjutnya, puluhan pengendara ojol yang telah membawa paket kue apem Yaqowiyyu dilepas oleh Menteri Koordinadinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang hadir didampingi di Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Diharapkan dengan disebarnya apem Yaqowiyyu dengan jasa ojol tersebut dapat mengobati kerinduan masyarakat untuk merayakan tradisi yang digelar setiap bulan Sapar dalam kalender Jawa tersebut.

Tradisi ini sudah berlangsung 400 tahun, dan harus terus dilestarikan. Dengan memanfaatkan jasa ojol ini masyarakat akan selalu mengingat tradisi luhur peninggalan Kiaii Ageng Gribig. yds