Oleh: Nico Maulana Hikam Haq
BERJUANG adalah hal yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Sebagai seorang manusia kita pasti berjuang dalam melakukan apapun termasuk menuntut ilmu. Pada saat kita mengamati sesuatu yang kita baru pertama kali melihatnya pun pasti kita akan belajar dari penglihatan tersebut. Apalagi kita sebagai seorang muslim yang merupakan khalifah fil ardd memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah Ta‟ala juga tidak lepas dari aktivitas bekerja dan belajar.Sebagai seorang muslim, kita hendaknya belajar mengenal dan mendalami agama kita agar dapat melaksanakan ibadah secara maksimal dan benar menurut ajaranNya.
Nah, menuntut ilmu juga diajarkan oleh Kyai besar kita Imam Asy-Syafii, ia merupakan orang yang tidak bisa dipisahkan dari budaya yang melekat pada dunia pesantren yang ada di nusantara ini , ia dilahirkan di Ghaza pada 150 H dan meninggal pada 204 H di Fusthat , Mesir. Ia menjadi panutan dan kiblat perilaku dan budaya para santri .Ia juga terkenal dengan pemikirannya yang bijaksana, kebijakasanaan itu bisa kita lihat dari salah satu syairnnya yang menunjukan betapa wajibnya kita untuk berjuang dan menuntutilmu.
Merantau
“Tidak ada tempat bersantai bagi orang yang belajar dan berbudi. Maka tinggalkanlah Tanah air dan berkelanalah, Berangkatlah maka kamua kan menemukan pengganti orang yang anda tinggalkan. Bersusah payahlah karena kenikmatan hidup baru terasa setelah berpayah payah. Aku melihat bahwa air itu akan segera rusak (berubah) apabila diam tidak mengalir.
Seekor singa tidak akan menjadi buas sekiranya bumi ini tidak terhampar luas. Andai kata matahari tiak mengitari cakrawala ini, tentunya manusia di dunia ini sudah bosan hidup Tanah dan pasir di tempat manapun sama saja, namun tanaman yang tumbuh diatasnya selalu berbeda beda. Maka jika anda mau berkelana, tentu akan menemukan kemuliaanyan yang berharga bagaikan emas dan permata”
AsySafii
1.Makna dari syair diatas
Kita dilahirkan dengan tangisan dan tangan yang mengepal, yang menandakan baha kita wajib berjuang mati matian dalam hidup kita. Maka bisa kita simpulkan bahwa semua keberhasilan tak dapat diraih apabila tetap dan menetap di zona nyaman. Ilmu yang manfaat juga tak dapat diraih dari zona nyaman.
2.Contoh dalam kehidupan sehari hari
Contoh kecil yang dapat kita contoh sebagai umat islam dikehidupan sehari hari adalah, seorang anak pergi ke pondok untuk memperdalam ilmu agamanya supaya ia bisa membimbing keluargannya nanti dimasa depan. Itu adalah salah satu contoh nyata yang menggambarkan arti dari syair tadi. Ia keluar dari zona nyaman dan berjuang menuntut ilmu dengan pergi ke pondok untuk menjamin masa depannya nanti.
3. Fadhilah atau Keutamaan Berjuang Menuntuti Ilmu
Kita sebagai umat muslim memang diwajibkan untiuk terus berusaha dan berjuang menuntut ilmu , lalu apa manfaat dari melakukan hal itu..?
1. Dimudahkan Jalan keSurga
وَمَنْسَلَكَطَرِيقًايَلْتَمِسُفِيهِعِلْمًاسَهَّلَاللَّهُلَهُبِهِطَرِيقًاإِلَىالْجَنَّةِ
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR.Muslim,no.2699).
2. Ditinggikan Derajatnya
Hadis mencari ilmu lain juga menunjukan tingginya derajat orang berilmu disbanding manusia lainnya. Rasulullah SAW bersabda
ٍعَنْابْنِعَبَّاسٍيَرْفَعُاللَّهُالَّذِينَآمَنُوامِنْكُمْوَالَّذِينَأُوتُواالْعِلْمدَرَجَاتٍقَالَيَرْفَعُاللَّهُالَّذِينَأُوتُواالْعِلْمَعَل
الَّذِينَآمَنُوابِدَرَجَاتٍ
Dari Ibnu Abbas radliallahu anhu: ketika menafsirkan ayat:(Allah meninggikan orang –orang yang beriman dari kamu sekalian, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. al-mujadalah:11); maksudnya adalah “Allah meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa derajat”.(HR.Darimi)No.356.
3. Dicintai Rasulullah
Rasulullah SAW juga mendoakan orang yang mencari ilmu:
عَنْزَيْدِبْنِثَابِتٍقَالَسَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُنَضَّرَاللَّهُامْرَأًسَمِعَمِنَّاحَدِيثًافَحَفِظَهُحَتَّىيُبَلِّغَهُفَرُبَّحَامِلِفِقْهٍإِلَىمَنْهُوَأَفْقَهُمِنْهُوَرُبَّحَامِلِفِقْهٍلَيْسَبِفَقِيه
ٍ
Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dari ku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain,berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.”(HR.AbuDaud)No.3175.Shahih.
4. Paling Utama
عَنْعُثْمَانَبْنِعَفَّانَقَالَقَالَالنَّبِيُّصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَإِنَّأَفْضَلَكُمْمَنْتَعَلَّمَالْقُرْآنَوَعَلَّمَهُ
Utsman bin Affan ia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling utama diantara kalian adalah seorang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.”(HR.Bukhari)No.4640.Shahih.
5. Dimintakan Ampun Seisi Bumi dan Langit
Keutamaan lain orang berilmu yakni:
قَالَسَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُإِنَّهُلَيَسْتَغْفِرُلِلْعَالِمِمَنْفِيالسَّمَاوَاتِوَمَنْفِيالْأَرْضِحَتَّىالْحِيتَانِفِيالْبَحْرِ
Dari Abu AdDarda `ia berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya akan memintakan ampun untuk seorang alim makhluk yang dilangit dan di bumi hingga ikan hiu di dasar laut.”(HR.IbnuMajah)No.235.Shahih.
6. Bahagia Dunia dan Akhirat
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْأَرَادَالدُّنْيَافَعَلَيْهِبِالْعِلْمِ,وَمَنْأَرَادَالأَخِرَةَفَعَلَيْهِبِالْعِلْمِ,وَمَنْأَرَادَهُمَافَعَلَيْهِبِالْعِلْمِ
“Barang siapa menginginkan kebahagian dunia, maka tuntutlah ilmu dan barang siapa yang ingin kebahagian akhirat, tuntulah ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu pengetahuan.
4.Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, kita sebagai umat islam yang baik wajib berjuang dan menuntut ilmu dari gendongan sampai liang lahat,seperti yang telah dituliskan dalam hadis berikut.
طْلُبُواالعِلْمَمِنَالمَهْدِإِلىاللَّحْدِ
Artinya:“Tuntutlah ilmus ejak dari buaian hingga liang lahat”
Demikian sekelumit tulisan dan buah fikir kami di hari ini, di hari dimana santri menjadi bagian dari bangsa ini, menjadi bagian dari cerita berdirinya negara ini.
SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2021 dimana santri harus “BERTUMBUH, BERDAYA DAN BERKARYA”
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan,mohon maaf bila ada salah kata Wassalamualaikum wrwb.
Penulis: Santri Pondok Pesantren NURUL ULUM.
Sembungan Utara, Ungaran Barat, Kab. Semarang. Jatengdaily.com-st



