Talkshow Empat Pilar, Gaungkan Spirit Kebangsaan

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Jangan lelah untuk terus menggaungkan spirit kebangsaan. Demikian dilontarkan anggota Komisi A DPRD Jateng St Sukirno dalam menghadapi tantangan global.

Baginya, kebangsaan yang dimaksud adalah pikiran dan tindakan yang mengedepankan rasa kebersamaan, toleransi, dan tidak mengedepankan sikap individualistik dalam bernegara. Pentingnya memupuk dan menumbuhkan sikap kebangsaan agar tidak mudah mengontak-kotakkan diri demi kepentingan pribadi atau golongan.

Anggota Komisi A St Sukirno menjadi narasumber bersama Kepala Badan Kesbangpol Chaerudin dan akademisi Undip Yuwanto.Foto:ist

Hal itu dikemukakan Sukirno saat menjadi narasumber dalam talkshow “Penguatan Wawasan kebangsaan sebagai Implementasi Purwujudan Kajian Empat Pilar”, Jumat (10/9/2021) di Hotel Dafam Semarang. Selanjutnya, kebangsaan itu oleh pendiri bangsa sudah diejawantahkan dalam empat pilar yang terdiri atas dari Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Apakah kita sudah menggaungkan wawasan kebangsaan kita. Kita haruslah menjadi orang yang berkarateristik Indonesia bukan karakter kelompok,” katanya.

Sepaham dengan Sukirno, Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Jateng M Chaerudin mengutarakan, spirit kebangsaan di internal instansinya sudah turut bertambah pada pertahanan dan keamanan. Bagaimanapun juga kebangsaan turut menjadi salah satu faktor menajaga kondusivitas wilayah.

Akademisi Undip Yuwanto PhD, kebangsaan menjadi pedoman, landasan dalam membangun kerangka besar dalam bernegara. Kebangsaan ini harus disangga secara bersama-sama oleh empat pilar agar wadah yang bernama Indonesia harus lestari dan terjaga.

Selanjutnya dalam diskusi mengemuka perihal tantangan. Tidak bisa dipungkiri arus teknologi informasi sekarang ini dapat menggoyahkan rasa kebangsaan terutama untuk kalangan milenial. Yuwanto menyatakan justru tantangan itu adalah merawat kebangsaan supaya tidak terkikis. Pendapat itu pun dipahami Chaerudin. Sebagai bagian dari pemerintahan, pokok utama tugasnya adalah untuk selalu berupaya menghadirkan dan menjelaskan sekaligus memahamkan wawasan kebangsaan kepala masyarakat.

“Kami bentuk forum toleransi umat beragama yang menjadi salah satu bagian dari memupuk kebangsaan ini,” ucapnya.

Sukirno pun kemudian menegaskan, dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat hendaklah benar-benar yang dapat dipahami diterima sekaligus diterjemahkan melalui laku tindak tanpa harus menambahkan dan mengurangi.

“Kalau kita membuat pengertian akan pengetahuan yang keliru maka pihak yang menerima pun bisa menjadi keliru. Kalau banyak ajakan menolak wawasan kebangsaan, pertanyaannya apakah kita sudah memberikan pemahaman,” lanjutnya.

Yuwanto menggarisbawahi, peran keluarga untuk memupuk wawasan kebangsaan menjadi kunci utama. Sejumlah negara yang dia ketahui berhasil membangun jatidiri karena peran keluarga sangat dominan.st