Upaya Transformasi Digital Koperasi

Oleh Gunoto Saparie
TEMA yang diangkat pada peringatan Hari Koperasi Nasional 2021 beberapa waktu lalu adalah Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern yang Kuat dan Bermartabat, dengan tagline Digitalisasi Menuju Koperasi Modern. Tema peringatan Harkopnas tahun ini tentu saja tidak terlepas dari Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Arya Duta Hotel Bandung, 19 November 2020. Dengan pencanangan tersebut diharapkan supaya koperasi bisa melakukan penyesuaian untuk bertahan dan sejalan dengan zaman. Dalam kaitan ini, Kemenkop dan UKM berkolaborasi dengan Indonesian Consortium For Cooperatives Innovation (ICCI) merangkul koperasi, komunitas, kampus, swasta serta media untuk maju dalam gerakan ini.

Dua inisiatif yang diluncurkan sebagai awal dari gerakan ini adalah 1) Portal Inovasi Koperasi. Ini adalah sebuah portal dokumentasi dan sumber informasi, di mana bertujuan menjadi ruang berbagi-pakai pengetahuan dan keterampilan yang bisa diadaptasi oleh koperasi, dinas, lembaga peneliti, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya. Sedangkan inisiatif 2) Transportasi Digital Koperasi. Inisiatif ini berupa program fasilitasi yang mempertemukan koperasi dengan penyedia jasa teknologi digital koperasi.

Kementerian Koperasi dan UKM telah membuat wadah agar koperasi konvensional bisa segera bertransformasi di ekosistem digital. Gerakan inovasi pemanfaatan teknologi informasi ditargetkan bisa merangkul 500 organisasi koperasi. Meski masih jauh dari jumlah ideal, penggerak koperasi digital ini diharapkan bisa signifikan menularkan kesusksesannya dalam pengelolaan modern di berbagai daerah. Dari 123 ribu koperasi yang terdaftar di pemerintah, hingga saat ini baru 0,73 persen yang mengenal pemanfaatan internet.

Kemenkop dan UKM juga telah menyiapkan rumah koperasi digital. Portal tersebut nantinya menjadi wadah pertukaran informasi dan pengetahuan untuk menciptakan pengelolaan koperasi modern. Melalui portal itu nanti ada beberapa penyedia aplikasi yang bersedia menggratiskan penggunaan kontennya selama setahun bagi koperasi.
Mampu Beradaptasi.

Memang, pada era industri 4.0 ini, setiap organisasi termasuk pula koperasi, harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya. Kalau tidak dapat membaca sinyal perubahan tersebut, maka dengan mudah akan tergilas oleh perubahan lingkungan. Koperasi zaman sekarang harus dapat bertransformasi dan berinovasi dalam menghadapi lingkungan yang sangat dinamis. Tentu saja dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip koperasi.

Pada hari-hari ini, dalam berbagai bidang, generasi milenial-lah yang paling mendominasi. Akan tetapi, harus diakui, tidak banyak anak muda yang dekat dengan koperasi. Mungkin bagi generasi milenial koperasi merupakan lembaga yang tidak menarik, lembaga yang sudah tua atau “jadul”. Oleh karena itu, koperasi diharapkan untuk berbenah dalam berbagai aspek. Koperasi perlu melakukan transformasi dan inovasi, agar dapat menarik generasi milenial untuk ikut serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah langkah awal perlu dilakukan koperasi untuk bertransformasi. Misalnya, koperasi harus melakukan pengelolaan secara profesional. Aspek ini menyangkut bidang sumber daya manusia. Ini berarti, koperasi harus memilih orang-orang yang beretika, bertanggung jawab, kreatif, inovatif dan memiliki keahlian dalam bidang koperasi atau bisnis.

Di samping itu, koperasi harus memanfaatkan teknologi informasi. Aspek ini menyangkut bidang teknologi informasi, di mana segala transaksi atau kegiatan perlu memanfaatkan teknologi untuk pengembangan bisnis. Tak boleh diabaikan pula, koperasi harus membuat analisis data. Aspek ini menyangkut bidang pemasaran, di mana koperasi harus memahami kebutuhan dan keinginan para anggotanya. Meskipun demikian, koperasi harus tetap berpegang teguh dan menjalankan prinsip-prinsip serta nilai-nilai koperasi, meskipun lingkungan selalu berubah.
Perlu Inovasi.

Setelah itu, lalu apa? Koperasi selanjutnya perlu melakukan inovasi. Di zaman sekarang ini, pola dan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda, adalah bercirikan segala sesuatu yang lebih mudah, nyaman, dan aman, serta lebih murah dan cepat. Oleh karena itu, koperasi harus melakukan inovasi dengan melihat peluang yang ada. Inovasi yang dapat dilakukan oleh koperasi adalah mendigitalisasi koperasi. Dengan menerapkan digitalisasi, koperasi akan mampu terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para anggota.

Dengan perkembangan zaman, koperasi tidak harus hanya memiliki toko yang dikelola secara offline atau toko fisik. Koperasi berbasis e-commerce, koperasi yang terhubung dengan toko fisik, setidaknya memiliki website atau aplikasi yang dapat diakses dengan mudah, kapanpun dan di manapun.

Di samping itu koperasi bisa menyediakan layanan daring. Layanan berbasis aplikasi. Layanan ini dapat diakses dengan aplikasi sebagai wadah informasi terkait dengan kegiatan, produk, laporan keuangan, dan lain-lain. Ia bisa menjadi wadah untuk memberikan kritik dan saran yang membangun.

Pencatatan keuangan juga sangat penting, namun harus juga cepat dan tepat. Dengan adanya pencatatan yang terintegrasi, maka pencatatan keuangan untuk iuran, simpanan, SHU, dan lain-lain akan menjadi otomatis terhubung ke server sehingga nantinya akan lebih mudah untuk diakses.

Anggota merupakan aset koperasi yang sangat penting. Dengan adanya manajemen anggota yang baik dan terintegrasi, mulai dari pendaftaran yang mudah hanya bermodalkan smartphone dan akses internet, maka akan dapat meningkakan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap koperasinya.

Selain itu, media sosial memiliki peran penting dalam membangun komunitas koperasi. Tujuannya adalah dengan berbagi informasi, bekerja sama, diskusi tentang koperasi yang ada di seluruh Indonesia dan juga dapat membuat even-even tertentu. Generasi milenial yang tergabung dalam komunitas akan dengan cepat dapat mencapai visi dan misi koperasi. Tentunya hal ini juga akan menjadi gerakan sosialisasi dari generasi milenial yang dapat dilakukan.

Koperasi diharapkan menjadi solusi dalam pengembangan startup di Indonesia. Dengan konsep ini, maka anak-anak muda akan semakin tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi nasional. Dengan dibentuknya kerja sama koperasi dengan startup yang sudah berkembang, maka akan mampu mengembangkan perekonomian nasional.

Mengacu pada pernyataan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, koperasi bisa hidup dan tetap ada hingga saat ini, karena mampu beradaptasi dengan perubahan yang makin cepat. Oleh karena itu, pada saat pandemi covid-19, koperasi didorong untuk lebih cepat dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi terkini, melalui transformasi digital.

Upaya tersebut tentu bukan hal yang mudah diterapkan, karena kondisi koperasi maupun anggota antardaerah memiliki variasi yang tajam. Akan tetapi, dengan semangat kebersamaan kita bisa saling berbagi, baik dari sisi teknis maupun implementasi. Pemerintah bisa menjadi mediator dan fasilitator yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dengan melakukan transformasi digital serta inovasi di lingkungan koperasi.

Memang sangat logis ketika pengembangan koperasi digital menjadi prioritas yang dapat dilakukan sebagai bagian dari transformasi koperasi dalam ekosistem digital. Untuk menyiapkan koperasi di tahun 2021, maka positioning koperasi didukung melalui program Digitalisasi Perkoperasian dan UMKM yang dituangkan dalam kegiatan Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian. Dengan demikian, langkah inovasi koperasi dapat dilaksanakan dengan cara mengembangkan teknologi, pengembangan database UMKM anggota koperasi, dan penguatan sistem pengawasan koperasi.

*Gunoto Saparie adalah Fungsionaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Tengah. Jatengdaily.com-st