By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Alquran Penolong di Hari Kiamat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Alquran Penolong di Hari Kiamat

Last updated: 7 April 2022 07:00 07:00
Jatengdaily.com
Published: 7 April 2022 06:58
Share
Gunoto Saparie
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Alquran akan menjadi penolong bagi para pembacanya di hari kiamat. Oleh karena itu, kita harus memperbanyakan amalan membaca Alquran di bulan Ramadan. Ketika pada Hari Kebangkitan nanti hanya tangan-tangan dan kaki-kaki kita yang berbicara, kita tentu saja membutuhkan pertolongan.

Hal itu dikatakan oleh Fungsionaris ICMI Wilayah Jawa Tengah Gunoto Saparie ketika memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di depan jemaah Salat Isya, Tarawih, dan Witir di Masjid Baitussalam, Ngaliyan, Semarang, Rabu malam, 6 April 2022. Bertindak sebagai imam K. Nurkhamid.

Menurut Gunoto, banyak keutamaan dari kegiatan umat Islam membaca dan memahami Alquran. Selain sebagai syafaat di hari kiamat bagi pembacanya, mereka yang membaca Alquran akan selalu bersama para malaikat Allah. Mereka yang mengisi hari-harinya dengan banyak membaca Alquran juga akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

Alquran, lanjut dia, merupakan pedoman dan tuntunan bagi umat manusia. Alquran memuat kisah-kisah yang bisa menjadi teladan, ayat-ayat tentang perintah dan larangan. membedakan mana yang benar dan batil.

“Umat Islam yang belum mahir membaca Alquran juga tetap mendapatkan pahala,” katanya seraya menambahkan agar kita tetap berusaha belajar membaca kitab suci sesuai tajwid atau kaidah yang ada.

Gunoto yang juga Seksi Dakwah Takmir Masjid Baitussalam ini mengungkapkan, di era pandemi Covid-19 ini kalau kita keluar rumah harus menggunakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan sebagainya. Untuk membaca Alquran pun kita ada protokolnya, yaitu tajwid dan nahwu sharaf. Dengan demikian, kita bisa membaca Alquran dengan baik.

Gunoto berpendapat, kita sangat beruntung karena mendapat Alquran sebagai kitab dalam kondisi seperti sekarang ini. Kalau pada zaman Rasulullah Muhammad saw, Alquran itu dituliskan di pelepah-pelepah pohon dan kulit-kulit binatang.

Huruf atau aksaranya tidak seperti sekarang, karena pada waktu itu belum ada harakat dan titiknya. Bagi kita tentu itu merupakan kesulitan, karena pasti tidak mampu membacanya. Baru pada masa Khalifah Utsman, dengan ketua panitia Zaid bin Tsabit, Alquran dikodifikasikan, dibukukan, sehingga bentuknya seperti sekarang.

“Berkat jihad para sahabat, tabiin, dan tabiut, Alquran bisa dibaca dan dihayati oleh seluruh umat Islam di dunia,” tambahnya.st

You Might Also Like

Wisudawan Unissula Optimis Meski Diwisuda di Era Resesi Ekonomi
Bupati Demak Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik
Pelayanan Kesehatan Masyarakat Harus Dioptimalkan, Komisi E Perdalam Informasi ke Dinkes DIY
Penutupan Lokalisasi SK Tinggal Menunggu Ketok Palu
Gerakan Pola Hidup Sehat Penting untuk Cegah Penyakit Kronis
TAGGED:Alquran Penolong di Hari KiamatGunoto SaparieICMI JatengKuliah Tujuh Menit (Kultum)
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?