in

Antisipasi Omicron, Binda Jateng Kembali Gelar Vaksinasi di Demak

Tim BINDA Jateng berkoodinasi Puskesmas Demak 3 saat melaksanakan vaksinasi dosis 2 untuk anak kelompok usia 6-11 tahun di SD Nurul Huda Demak. Foto: sari

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sebanyak 10.000 dosis vaksin kembali digelontorkan Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDA) Jateng di Kabupaten Demak. Berkoordinasi Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Demak 1, 2, dan 3, juga Puskesmas Wonosalam 1 serta Gajah 1, sasaran vaksinasi prioritas pada dosis 2 dan booster.

Kepala BINDA Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto didampingi Poswil BIN Demak Iswahyudi menuturkan, warning adanya gelombang ketiga covid-19 varian omicron tentu saja menjadi perhatian bersama. Sebagai upaya mendukung pemerintah membendung masuknya varian baru covid-19 tersebut, BINDA Jateng kembali menggelar vaksinasi massal tahap ketiga.

“Se-Jawa Tengah ada 15 kabupaten/kota menjadi lokasi penyelenggaraan vaksinasi, termasuk di dalamnya Kabupaten Demak. Masing-masing wilayah targetnya minimal 5.000 dosis. Namun khusus Demak kali ini digelontorkan 10.000 dosis, dengan jadwal penyaluran pada tanggal 3, 4 dan 5 Februari 2022,” ujarnya, Kamis (3/2/2022).

Sejauh ini, lanjut Iswahyudi, vaksinasi massal yang diselenggarakan berhasil terserap 100 persen sesuai target. Meski pun ada sedikit kendala, namun mampu teratasi.

“Di antaranya karena vaksinasi bersamaan dengan musim panen dan tanam padi, tak sedikit masyarakat lebih memilih bekerja sebagai buruh tani dibandingkan mengikuti vaksinasi dosis lanjutan,” kata dia.

Namun setelah berkoordinasi dengan perangkat desa masing-masing, juga tim tenaga kesehatan atau vaksinator puskesmas, masalah tersebut teratasi. Bahkan bisa menjadi solusi untuk wilayah lainnya, yang berpotensi muncul kendala serupa.

Di sisi lain, Kepala SD Nurul Huda Demak Hj Siti Sholekhah menambahkan, vaksinasi merupakan bentuk kewaspadaan terhadap munculnya hal-hal yang tidak dikehendaki. Maka pihaknya sangat berterimakasih kepada BINDA Jateng yang telah menfasilitasi vaksinasi dosis 2 untuk 350 anak didiknya.

“Endingnya tentu tercapainya herd immunity sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen benar-benar terlaksana seperti sebelum ada pandemi. Meski tidak mudah bagi anak-anak menghadapi masa transisi, namun PTM 100 persen lebih optimal hasilnya dibandingkan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Sebab ada pendidikan karakter yang tidak bisa diajarkan melalui pembelajaran online,” tandasnya.

Maka diharapkan ada sinergitas antara pihak orang tua, guru dan masyarakat terkait peningkatan kualitas pendidikan pasca-pandemi. Sebab.prokes saja tidak cukup tanpa adanya vaksinasi, begitu pun sebaliknya vaksinasi tanpa diimbangi prokes pencegahan covid-19 tidak akan berhasil. rie-yds

Written by Jatengdaily.com

Pelatih PSIS Tak Sepakat Kompetisi Liga 1 Dihentikan karena Covid

Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Relokasi Pasar Johar Semarang