in

Gandeng Kalangan Pesantren, Puskesmas Gajah II Bentuk Kader PHBS

Promkes Puskesmas Gajah II saat peningkatan kapasitas kader PHBS di Pondok Pesantren Annuriyyah Wilalung. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pemberdayaan masyarakat termasuk di dalamnya kalangan pondok pesantren merupakan upaya fasilitasi agar para santri mampu mengenal masalah yang dihadapi. Termasuk pula merencanakan dan melakukan upaya pemecahan masalah kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dengan memanfaatkan potensi yang ada sesuai situasi, kondisi dan kebutuhan.

Kepala Puskesmas Gajah II dr Nani Eko Setyaningsih didampingi Promkes Puskesmas Gajah II Nur Iwan Setyawan menjelaskan, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari oleh dan untuk masyarakat berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Sehingga diharapkan para santri maupun para pernimpin serta pengelola pondok pesantren tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi penggerak/motor motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan dalam berpeeilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat sekitar.

Pondok Pesantren Annuriyyah Desa Wilalung Kecamatan Gajah merupakan pesentren yang digandeng Puskesmas Gajah II dalam pembentukan kader kesehatan, sehingga menjadi pesantren mandiri di bidang kesehatan. Kader kesehatan dalam pondok pesantren yang kemudian disebut Santri Husada, merupakan perwakilan dari santri yang dibina khusus untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.

“Bentuk pemberdayaan pada pondok pesantren kaitannya penumbuhan PHBS tersebut berupa Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren),” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam pengelolaan Poskestren, lebih diutamakan dalam hal pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan). Namun demikian tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), yang dilandasi semangat gotong royong dengan pembinaan oleh Puskesmas setempat.

Melalui upaya fasilitasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan warga pondok pesantren. Utamanya untuk menjadi perintis atau pelaku atau bahkan seorang pemimpin, yang dapat menggerakkan masyarakat melaksanakan PHBS berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan. rie-st

Written by Jatengdaily.com

DKJT Apresiasi Peluncuran Dana Indonesiana

Semen Gresik Raih Penghargaan dari Kementerian BUMN di Ajang BCOMSS 2022