in

Pertamina Foundation Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Disabilitas

Pertamina Foundation memberikan bantuan pendidikan untuk anak disabilitas. Foto: ist

BANTUL (Jatengdaily.com) – Pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi panti asuhan disabilitas untuk tetap bisa memberikan layanan pendidikan dan dukungan psikososial. Menurunnya angka kunjungan ke panti dan ekonomi yang terdampak pandemi, membuat donasi ke panti minim. Tantangan inilah yang kemudian dijawab oleh Pertamina Foundation.

Dengan pendanaan dan dukungan CSR PT Pertamina (Persero), bantuan pendidikan berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah dan satu unit laptop disalurkan ke Panti Asuhan Disabilitas Bina Siwi di Sendangsari, Kapanewon Pajangan Bantul.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengapresiasi pengelolaan Panti Asuhan Disabilitas Bina Siwi karena tidak hanya menampung anak-anak disabilitas tetapi juga memberdayakannya.

“Panti ini adalah panti terbaik yang pernah saya kunjungi karena anak-anak di sini dibuat terampil hingga menghasilkan karya yang punya nilai jual. Saya berharap panti ini bisa terus berkembang dan semoga bantuan ini bisa berguna serta memicu donatur lainnya untuk donasi ke panti ini,” ungkap Agus, Senin (24/1/2022).

Pengurus panti, Sugiman menerima langsung bantuan dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada CSR PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation yang sudah peduli dengan anak-anak disabilitas di panti.

“Di masa pandemi donasi mengalami penurunan sehingga bantuan Pertamina melalui Pertamina Foundation sangat berdampak untuk anak-anak di sini dan pengembangan panti. Saya berharap panti ini bisa terus dibimbing oleh Pertamina Foundation,” ujar Sugiman.

Ini menjadi salah satu rangkaian dari program PFbangkit dalam memberikan bantuan pendidikan untuk 1250 anak disabilitas. Anak-anak tersebut berasal dari 78 sekolah luar biasa (SLB) jenjang SD sampai SMA, dua yayasan, dan satu panti asuhan yang tersebar di enam kawasan, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dan Papua.

“Menjadi penyandang disabilitas bukanlah pilihan. Mereka mempunyai kebahagiaan sendiri. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Itupun bukan pilihan mereka sendiri. Jadi, penting untuk membantu mereka tersenyum dan bahagia,” tutup Agus. yds

Written by Jatengdaily.com

Hari Bhakti Imigrasi ke-72, Konjen RI Jeddah Ajak Staf Tingkatkan Integritas Diri

Jadikan Zakat sebagai Kebutuhan