By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jelang Natal, Inflasi di Kota Tegal 0,49 Persen
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Jelang Natal, Inflasi di Kota Tegal 0,49 Persen

Last updated: 16 Desember 2023 21:14 21:14
Jatengdaily.com
Published: 16 Desember 2023 21:14
Share
SHARE

Oleh: Harimurti SST

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah

KOTA Tegal merupakan salah satu Kota SBH di Jawa Tengah, dimana Kota SBH yaitu Kota yang menjadi Kota pelaksanaan Kegiatan Survei Biaya Hidup sebagai dasar perhitungan Inflasi. Kota SBH di Jawa Tengah yaitu Cilacap, Purwokerto, Kota Surakarta, Kota Surakarta, Kudus, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

Inflasi acuan menjelang Hari Natal yang merupakan Hari Perayaan Kelahiran Yesus Kristus dengan angka inflasi pada November 2023. Kota Tegal pada November 2023 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen.

Dari 6 kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 0,52 persen, disusul Kota Tegal dan Kota Kudus yang mengalami inflasi sama besar yaitu 0,49 persen, Kota Surakarta dan Kota Cilacap juga mengalami inflasi yang sama besar yaitu 0,42 persen, sedangkan Kota Purwokerto mengalami inflasi terendah dengan nilai 0,38 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Tegal secara umum disebabkan karena adanya kenaikan nilai indeks yang cukup signifikan pada empat kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,63 persen, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,47 persen, Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,02 persen, serta Kelompok Kesehatan sebesar 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran mengalami deflasi terdiri dari , Kelompok Transportasi sebesar 0,45 persen, Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,13 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,03 persen, dan Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,02 persen.

Ada juga kelompok pengeluaran harga yang relatif stabil yaitu Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumahtangga, Kelompok Pendidikan, dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.

Adapun penyumbang utama inflasi di Kota Tegal di Bulan November 2023 adalah naiknya harga komoditas dengan andilnya antara lain : cabai merah sebesar 0,3888 persen dengan inflasi 66,83 persen, telura yam ras sebesar 0,0618 persen dengan inflasi 6,69 persen, cabai rawit sebesar 0,0503 persen dengan inflasi 43,16 persen, bawang merah sebesar 0,0400 persen dengan inflasi 22,01 persen, gula pasir sebesar 0,0312 persen dengan inflasi 4,20 persen.

Kemudian emas perhiasan sebesar 0,0308 persen dengan inflasi 3,87 persen, cabai hijau sebesar 0,0156 persen dengan inflasi 52,93 persen, jeruk sebesar 0,0139 persen dengan inflasi 2,91 persen, buncis sebesar 0,0090 persen dengan inflasi 36,61 persen, labu siam/jipang sebesar 0,0087 persen dengan inflasi 27,00 persen dan tomat sebesar 0,0055 persen dengan inflasi 14,02 persen.

Sebanyak empat Kelompok Pengeluaran mengalami deflasi yaitu Kelompok Transportasi sebesar 0,45 persen, Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,13 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,03 persen, dan Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,02 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan sumbangan/andil deflasi antara lain daging ayam ras sebesar 0,0642 persen dengan deflasi 4,45 persen, minyak goreng sebesar 0,0319 persen dengan deflasi 2,58 persen, ketimun sebesar 0,0068 persen dengan deflasi 9,04 persen, bawang putih sebesar 0,0057 persen dengan deflasi 2,39 persen, kopi bubuk sebesar 0,0043 persen dengan deflasi 0,0043 persen.

Sedangkan air kemasan sebesar 0,0041 persen dengan deflasi 1,14 persen, wortel sebesar 0,0036 persen dengan deflasi 6,20 persen, kembang gula sebesar 0,0028 persen dengan deflasi 3,06 persen, ikan bandeng sebesar 0,0027 persen dengan deflasi 1,26 persen, dan kentang sebesar 0,0023 persen dengan deflasi 2,88 persen.

Tiga kelompok pengeluaran dengan harga yang terjadi relatif stabil terjadi pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumahtangga, Kelompok Pendidikan, dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.

Perayaan Kelahiran Yesus Kristus merupakan Hari-hari Luar biasa bagi Umat Nasrani, dengan harga yang relatif stabil, terlihat dari angka inflasi yang kurang dari setengah persen maka perayaan Kelahiran Yesus Kristus semakin Meriah dan membahagiakan. Jatengdaily.com-st

 

You Might Also Like

Fenomena Golput dalam Pilgub Jateng 2024
Wajah Ganda Pembangunan Manusia: Refleksi Capaian Kabupaten Tegal 2025
Refleksi HSN di Tengah Badai
Benarkah Tanah Menganggur Disita Negara?
Etika Profesi Hukum di Era Milenial
TAGGED:0.49 persenInflasi di Kota TegalJelang Natal
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?