By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Masyarakat 62 Desa di Demak Susah Cari Air Bersih Akibat Kemarau
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masyarakat 62 Desa di Demak Susah Cari Air Bersih Akibat Kemarau

Last updated: 29 Agustus 2023 09:14 09:14
Jatengdaily.com
Published: 29 Agustus 2023 09:14
Share
Ilustrasi kekeringan. Foto: dok/JD
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Demak mencatat 62 desa mengalami kesusahan air bersih dampak kekeringan yang semakin panjang. Ada tambahan empat kecamatan yang diprekirakan mengalami kekeringan.

“Sebelumnya hanya 58 desa yang diprediksi alami kesusahan air bersih, tercatat per Agustus ini meningkat hingga 62 desa. Empat yang bertambah di Kecamatan Mranggen, Kecamatan Dempet, Kecamatan Kebunagung, Kecamatan Wedung, dan Kecamatan Demak kota,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Demak, Suprapto, Senin (28/8/2023).

Sementara beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan, Kecamatan Wedung masuk paling rawan kekeringan di tahun 2023.

“Karena kecamatan wedung sendiri pamsimasnya, dari PDAM (perusahaan daerah air minum) sudah mengalami asin,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dadi Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau masih berlanjut hingga bulan September dan bahkan bisa sampai Oktober. Pihakny pun berharap kemarau bisa cepat berakhir agar jumlah desa yag terdampak tak semakin meluas.

“Mudah-mudahan tidak terjadi seperti itu (semakin panjang kemaraunya),” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, musim kemarau di Jawa Tengah (Jateng) yang tak kunjung usai membuat stok ketersediaan air bersih di Kabupaten Demak mulai menepis. Akibatnya, pemerintah setempat harus mengkonfirmasi secara pasti daerah yang benar-benar membutuhkan air. Pihaknya pun berhadap adanya sumbangan air bersih agar bisa diperbantukan untuk pendistribusian kepada daerah yang membutuhkan.

“Untuk menyuple kami akan melihat dan memastikan kondisi dari keberadaan air kami. Karena sampai saat ini tinggal 197 tangki yang berada di BPBD, anggaran dari APBD,” kata Suprapto. adri-she 

You Might Also Like

Volume Penumpang KA PSO di Daop 4 Semarang Capai 700 Ribuan Orang pada Semester 1 2025
Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, SIG Catatkan Zero Fatality pada 2025
Raih Berbagai Apresiasi, Semen Gresik Sharing Knowledge Strategi Perkuat Stakeholder Engagement
Tips Chocochips Boutique Berhasil Hindari Kerugian Akibat Wabah Pandemi Covid 19
Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, Warga Tetap Waspada
TAGGED:62 Desa di Demak Susah Cari Airbpbd demakkemarau
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?