in ,

KKN UPGRIS Kelompok 105 Lakukan Penyuluhan Stunting di Desa Laban Kendal

KKN UPGRIS Kelompok 105 lakukan penyuluhan stunting di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kelompok 105, melakukan kegiatan penyuluhan stunting di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sebanyak 12 mahasiswa anggota KKN yang tergabung dalam Kelompok 105  KKN UPGRIS ini melakukan kegiatan penyuluhan stunting Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang diikuti oleh ibu-ibu. Dalam kesempatan ini, sejumlah ibu juga membawa anak balita mereka.

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 105, Imam Tantowi mengatakan, masih ditermukannya anak yang mengalami stunting di Kecamatan Kangkung, Desa Laban membuat tim kelompok KKN UPGRIS Kelompok 105 melakukan penyuluhan stunting agar angka stunting yang terjadi di desa bisa berkurang.

Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber, yakni dokter ahli gizi dari Puskesmas Kecamatan Kangkung yang memberikan arahan dan materi dalam penyuluhan.

Imam Tantowi juga mengatakan bahwa kegiatan ini dapat membantu anak balita agar tidak kekurangan gizi dan tidak menghambat pertumbuhan anak tersebut sehingga dapat tumbuh kembang seperti anak-anak yang normal yang tidak kekurangan gizi.

Kegiatan sosialisasi stunting ini telah dilaksanakan pada hari Kamis 7 Maret 2024 dan diikuti 15  ibu dan anak balita. Dalam penyuluhan ini hanya dua anak balita yang pertumbuhannya bagus.

Sehingga menyebabkan angka stunting yang ada di desa Laban tersebut masih tinggi dan perlu perhatian khusus dari pihak Puskesmas Kangkung dan para orang tua. ”Kami berharap para orang tua  yang mempunyai anak balita di Desa Laban tersebut agar memberikan makanan bernutrisi dan bergizi untuk bertumbuhan anak balita di usia dini,” jelas Imam Tantowi.

Penyuluhan yang dilakukan oleh Tim KKN UPGRIS Kelompok 105 telah memberikan dampak positif dalam masyarakat. Khususnya orang tua yang mendapatkan informasi ini merasa lebih siap dan berkomitmen untuk memberikan nutrisi yang baik kepada anak balita atau bayi mereka. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko stunting dan meningkatkan kesehatan generasi masa depan.

”Melalui upaya penyuluhan dari Tim KKN ini, harapan untuk masa depan yang lebih sehat dan generasi yang lebih kuat menjadi semakin nyata. Sosialisasi pencegahan stunting adalah langkah awal yang penting dalam memastikan setiap anak memiliki peluang yang adil untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami dari Tim KKN UPGRIS Kelompok 105 berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Semoga di desa Laban ini angka stunting anak balita bisa turun,” jelas Imam Tantowi. she

Written by Jatengdaily.com

Kaprodi Psikologi USM : SDM di Fakultas Psikologi USM Profesional dan Berkompeten

Delapan Parpol Ini Lolos DPR Hasil Pemilu 2024