Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Saat Puasa, Dokter Sarankan Pilih Susu Yang Tepat

3 Min Read
Ilustrasi. Foto: dok
Ilustrasi. Foto: dok

JAKARTA (Jatengdaily.com)-Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Tidak hanya orang tua, tetapi anak-anak pun pada bulan Ramadhan akan berpuasa.

Salah satu asupan untuk mendukung kekuatan tubuh selama puasa adalah dengan minum susu untuk anak-anak. Minum susu menjadi suatu hal yang perlu dilakukan selama berpuasa. Pasalnya, tak hanya baik bagi kesehatan, minum susu saat sahur bisa menambah daya tahan tubuh seharian. Terutama, anak-anak yang mulai belajar puasa, minum susu saat sahur dan berbuka dapat menjadi penyeimbang gizi dalam tubuh.

Meski demikian, tidak semua susu baik untuk dikonsumsi oleh anak. Dokter spesialis penyakit dalam, Dokter Aru Ariadno mengatakan, bila susu yang diminum anak mengandung gula yang tinggi maka ditakutkan anak-anak menjadi obesitas. Obesitas adalah salah satu penyebab diabetes melitus di masa dewasa akibat yang sering disebut sindroma metabolik.

“Susu cair yang manis, kadang juga susu kemasan ditambah zat-zat lain termasuk gula,” ujar dokter RS Hermina Depok ini memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan susu untuk anak, seperti dalam siaran persnya, Minggu (25/2/2024).

Sebagaimana diketahui, susu mengandung protein hewani yang baik untuk anak. Protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting karena mengandung zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan Ni Made Diah mengatakan penyebab utama permasalahan gizi adalah asupan gizi yang tidak optimal dan infeksi berulang. “Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu, daging, ikan dan telur,” ujar Diah beberapa waktu lalu.

Sementara itu, guna melindungi kesehatan masyarakat terutama anak-anak dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan khususnya menjelang Ramadhan, Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) di sejumlah daerah sejak awal Februari 2024 telah mulai mengintensifkan pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.

”Sasarannya adalah pelaku bisnis ritel dan distributor pangan di toko supermarket, pasar tradisional,” ujar Pengawas Farmasi dan Makanan dari Loka POM Tanjungpinang Deni Setiawati pada Rabu (15/2/2024).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya peduli obat dan pangan aman dengan Cek KLIK.

Diantara hal-hal yang menjadi fokus pengawasan adalah kandungan zat berbahaya pada makanan, masa kadaluarsa hingga izin edar.

Selain itu, pangan impor yang kerap menjadi daya tarik masyarakat jelang Ramadan juga perlu mendapat perhatian serius. Sebab, tidak sedikit pangan impor yang tidak terawasi dengan baik atau bahkan mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. she 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.